Ratusan Siswa Tak Bisa Belajar Akibat Dua Sekolah Disegel

  • Whatsapp
Dua sekolah dasar (SD) di kawasan Galunggung, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon, yakni SD Negeri 64 dan SD Inpres 50, disegel oleh pemilik lahan, Sabtu (11/4.  Aksi penyegelan dilakukan oleh Josina Maria Souisa sebagai pemilik lahan kompleks  bangunan sekolah tersebut.  Bangunan sekolah disegel dengan menggunakan palang kayu dan pemasangan tanda segel di sejumlah tempat diantaranya di pintu masuk ruang kelas enam pada dua sekolah ini.  Akibat penyegelan itu, siswa dua sekolah yang berjumlah lebih kurang 700 siswa itu terpaksa harus telantar dan tidak bisa belajar.   Kepala Sekolah SD Negeri 64 Ambon Abdul Wahab Sanaky mengaku, penyegelan dilakukan pemilik lahan hanya beberapa saat setelah aktivitas sekolah akan berlangsung.  Sanaky pun menyayangkan penyegelan tersebut karena penyegelan dilakukan saat ratusan siswa di sekolah itu akan menghadapi ujian sekolah dalam bulan ini.  “Penyegelan ini memang terkait dengan kepemilikan lahan. Namun, yang sangat disayangkan penyegelan terjadi saat ratusan siswa di sekolah ini akan menghadapi ujian sekolah,” ungkap Sanaky.  Dijelaskan Sanaky, sebelumnya, pemilik lahan lewat kuasa hukumnya telah menyurati pihak sekolah sejak 2010 lalu. Surat itu berisi permintaan penyelesaian lahan yang saat ini ditempati sekolah.  Tak hanya melalui surat, pihak pemilik lahan juga beberapa kali melakukan pendekatan dengan sekolah, tetapi karena keterbatasan anggaran, pihak sekolah tidak mampu berbuat apa-apa. “Surat mereka terakhir itu dilayangkan pada 6 April 2015 kemarin, tembusannya ke Gubernur Maluku, Wali Kota Ambon, dan juga Ketua DPRD Kota Ambon,” katanya.  Menurut dia, pihak sekolah selama ini telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Ambon terkait masalah tersebut, tetapi sejauh ini belum ada respons untuk penyelesaian masalah tersebut,  ”Kami beberapa kali telah berkoordinasi dengan Pemkot, tapi belum juga direspons,” ujarnya.  Sementara itu, Uni Saol yang adalah Kepala SD Inpres 50 meminta perhatian Pemkot Ambon agar dapat menyelesaikan masalah tersebut sehingga siswanya tidak dikorbankan. Dia pun berharap pengertian dari pemilik lahan atas nama Josina Maria Souisa agar dapat mempertimbangkan langkah penyegelan yang dilakukan.  “Kami hanya bisa berharap Pemkot dapat melihat masalah ini, dan bagi pemilik lahan kiranya dapat mempertimbangkan langkahnya karena kasihan yang menjadi korban adalah para siswa,” tandasnya.  Wakil Wali Kota Ambon Sam Latuconsina ketika dikonfirmasi menyangkut hal ini menyatakan, Pemerintah Kota Ambon kini tengah berkoordinasi dengan pemilik lahan agar bisa membuka penyegelan sekolah sehingga proses belajar mengajar bisa berjalan kembali
Ambon, Maluku Post.com – Dua sekolah dasar (SD) di kawasan Galunggung, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon, yakni SD Negeri 64 dan SD Inpres 50, disegel oleh pemilik lahan, Sabtu (11/4.

Aksi penyegelan dilakukan oleh Josina Maria Souisa sebagai pemilik lahan kompleks  bangunan sekolah tersebut.

Bangunan sekolah disegel dengan menggunakan palang kayu dan pemasangan tanda segel di sejumlah tempat diantaranya di pintu masuk ruang kelas enam pada dua sekolah ini.

Akibat penyegelan itu, siswa dua sekolah yang berjumlah lebih kurang 700 siswa itu terpaksa harus telantar dan tidak bisa belajar.


Kepala Sekolah SD Negeri 64 Ambon Abdul Wahab Sanaky mengaku, penyegelan dilakukan pemilik lahan hanya beberapa saat setelah aktivitas sekolah akan berlangsung.

Sanaky pun menyayangkan penyegelan tersebut karena penyegelan dilakukan saat ratusan siswa di sekolah itu akan menghadapi ujian sekolah dalam bulan ini.

“Penyegelan ini memang terkait dengan kepemilikan lahan. Namun, yang sangat disayangkan penyegelan terjadi saat ratusan siswa di sekolah ini akan menghadapi ujian sekolah,” ungkap Sanaky.

Dijelaskan Sanaky, sebelumnya, pemilik lahan lewat kuasa hukumnya telah menyurati pihak sekolah sejak 2010 lalu. Surat itu berisi permintaan penyelesaian lahan yang saat ini ditempati sekolah.

Tak hanya melalui surat, pihak pemilik lahan juga beberapa kali melakukan pendekatan dengan sekolah, tetapi karena keterbatasan anggaran, pihak sekolah tidak mampu berbuat apa-apa.
“Surat mereka terakhir itu dilayangkan pada 6 April 2015 kemarin, tembusannya ke Gubernur Maluku, Wali Kota Ambon, dan juga Ketua DPRD Kota Ambon,” katanya.

Menurut dia, pihak sekolah selama ini telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Ambon terkait masalah tersebut, tetapi sejauh ini belum ada respons untuk penyelesaian masalah tersebut,

”Kami beberapa kali telah berkoordinasi dengan Pemkot, tapi belum juga direspons,” ujarnya.

Sementara itu, Uni Saol yang adalah Kepala SD Inpres 50 meminta perhatian Pemkot Ambon agar dapat menyelesaikan masalah tersebut sehingga siswanya tidak dikorbankan. Dia pun berharap pengertian dari pemilik lahan atas nama Josina Maria Souisa agar dapat mempertimbangkan langkah penyegelan yang dilakukan.

“Kami hanya bisa berharap Pemkot dapat melihat masalah ini, dan bagi pemilik lahan kiranya dapat mempertimbangkan langkahnya karena kasihan yang menjadi korban adalah para siswa,” tandasnya.

Wakil Wali Kota Ambon Sam Latuconsina ketika dikonfirmasi menyangkut hal ini menyatakan, Pemerintah Kota Ambon kini tengah berkoordinasi dengan pemilik lahan agar bisa membuka penyegelan sekolah sehingga proses belajar mengajar bisa berjalan kembali. (**)

Pos terkait