Sekda Resmikan Implementasi GNNT Di Maluku

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku, Ros Far Far meresmikan Implementasi Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Peresmian ini merupakan kelanjutan GNNT secara nasional yang telah dicanangkan Bank Indonesia kantor pusat Jakarta pada tanggal 14 Agustus 2014 lalu. Impelentasi GNNT di Maluku diwujudkan dalam eletronifikasi atau penggunaan uang elektronik sebagai alat pembayaran. Dan dilakukan di dua tempat sekaligus, yaitu di pelabuhan penyeberangan Feri - Galala dan kantin Pujasera Universitas Pattimura (Unpatti). Sistem pembayaran yang berbasis teknologi telah mengubah secara signifikan arsitektur sistem pembayaran konvensional, yang mengandalkan fisik uang sebagai instrumen pembayaran, demikian dikatakan sekda Maluku, Ros Far Far saat meresmikan elektronifikasi penyeberangan dan pujasera Unpatti di Ambon
Ambon, Maluku Post.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku, Ros  Far Far meresmikan Implementasi Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Peresmian ini merupakan kelanjutan GNNT secara nasional yang telah dicanangkan Bank Indonesia kantor pusat Jakarta pada tanggal 14 Agustus 2014 lalu.

Impelentasi GNNT di Maluku diwujudkan dalam eletronifikasi atau penggunaan uang elektronik sebagai alat pembayaran. Dan dilakukan di dua tempat sekaligus, yaitu di pelabuhan penyeberangan Feri – Galala dan kantin Pujasera Universitas Pattimura (Unpatti).

Sistem pembayaran yang berbasis teknologi telah mengubah secara signifikan arsitektur sistem pembayaran konvensional, yang mengandalkan fisik uang sebagai instrumen pembayaran, demikian dikatakan sekda Maluku, Ros Far Far saat meresmikan elektronifikasi penyeberangan dan pujasera Unpatti di Ambon, Selasa (28/4).

Menurut Far Far, perkembangan menuju less cash society merupakan trend yang tidak dapat dihindari. Karena penggunaan pembayaran non tunai dengan menggunakan kartu mempermudah transaksi, dan sifatnya ekonomis.

Walaupun dalam beberapa hal pengembangan less cash society ini masih menghadapi kendala, antara lain, masyarakat Indonesia masih merupakan cash society, dan memegang uang merupakan bagian dari suatu kebiasaan, dimana tendensi bertransaksi dengan uang tunai masih tinggi.

Semenara itu, Kepala perwakilan Bank Indonesai Provinsi Maluku Wuryanto, mengatakan dengan adanya peresmian GNNT, transaksi keuangan yang masih dilakukan dengan menggunakan uang tunai diharapkan ke depan dapat diubah menjadi transaksi non tunai.

Adapun sasaran akhir GNNT adalah mewujudkan less cash society dengan tiga garis besar program, yaitu edukasi dan perlindungan konsumen, pembayaran elektronik oleh pemerintah dan sektor publik, serta berkembangnya industri sistem pembayaran.

Melalui gerakan ini, Kantor Perwakilan BI Provinsi Maluku ingin mendorong masyarakat Maluku lebih banyak menggunakan sistem instrumen pembayaran non tunai dalam melakukan transaksi pembayaran.

Ditempat yang sama, Rektor Unpatti Thom Pentury, mengharapkan kehadiran GNNT dapat meningkatkan kualitas makan yang dijajakan pedagang, dan bisa mendapat keuntungan lebih dalam meningkatkan perekonomian pedagang.  (07)

Pos terkait