“Penataan pemukiman kumuh di sepanjang teluk Ambon menjadi target utama kami sebagai bentuk mengembalikan keindahan teluk yang merupakan aset pariwisata kota,” katanya.
Menurut dia, penataan kawasan pemukiman kumuh merupakan upaya mengembangkan konsep Ambon Water Front City (AWFC) yang sebelumnya digagas Wali Kota Ambon periode 2006-2011, Jopie Papilaja.
Pengembangan konsep tersebut merupakan tindak lanjut permintaan Presiden Joko Widodo saat membuka Rakernas APEKSI di Ambon (7/5) yakni menampilkan ciri khas atau identitas kota.
“Presiden meminta Ambon untuk berani menata teluk dan sekeling serta pantai. Keindahannya tidak boleh terhalang pembangunan rumah serta kehadiran pedagang kaki lima, karena itu kami berupaya mengembangkan konsep AWFC yang sebelumnya telah dikonsepkan tetapi belum dijalankan,” katanya.
Denny mengatakan, penataan kawasan kumuh membutuhkan anggaran yang cukup besar serta keseriusan pemerintah untuk menyelesaikan persoalan lahan.
“Saat ini kita sementara melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi Maluku terkait reklamasi pantai guna pembangunan jalan, jika sudah ada jalan di sepanjang pantai maka mudah untuk menata bangunan di kawasan teluk,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengembangan kawasan kumuh selain pembangunan jalan pihaknya juga akan membangun jalan setapak, air bersih serta menata pemukiman warga.
“Anggaran reklamasi dan pembangunan jalan yang dibutuhkan memang cukup besar, tahap awal kita akan menata mulai dari kawasan Talake hingga Benteng,” katanya.
Pihaknya kata Denny, telah menetapkan 15 kawasan kumuh di Ambon guna dilakukan proses perbaikan sarana dan prasarana, maupun infrastruktur pendukung.
“Jika pengembangan kawasan berjalan dengan baik dan didukung dengan anggaran yang cukup maka program water front city yang akan dikembangkan oleh pemerintah segera terwujud,” ujarnya.
Dia menambahkan, Ambon merupakan kota yang berciri khas sebagai kota pantai dan memiliki karakteristik yang berbeda dengan kota lain, karena tidak hanya punya pantai tetapi juga gunung dan teluk yang indah.
“Ambon memiliki teluk dan pantai yang indah, kedepan pembangunan lebih diarahkan sesuai dengan ciri kita yakni kota pantai,” katanya. (ant/MP)


