“Saat ini secara berkelanjutan kami fokus untuk melakukan pembangunan dan penambahan alat produksi di tiga wilayah yang sampai saat ini masih mengalami keluhan yakni kepulauan Aru, MTB, MBD yang saat ini menjadi tantangan bagi kami,” kata Manajer Telkomsel cabang Ambon, Joseph Dangeubun, Selasa (26/5).
Menurut dia, membangun wilayah terluar dan perbatasan di Maluku dengan berbagai kondisi dan tantangan geografis yang sulit menjadi tantangan tersendiri.
“Memasuki usia yang ke 20 tahun kami berkomitmen untuk membangun Indonesia khususnya Maluku agar tidak tertinggal dari wilayah lain di bagian Barat. Tantangan yang kami hadapi tidak menjadi kendala, tetapi menjadikan semangat kami untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh masyarakat di Maluku,” katanya.
Joseph menyatakan, saat ini pihaknya sementara membangun tiga wilayah dengan melakukan penambahan alat produksi Base Transmisi Service (BTS) di Kepulauan Aru sebanyak 13 BTS, Saumlaki MTB tujuh dan MBD sebanyak empat BTS.
“Sampai dengan Mei 2015 kami telah melakuan penambahan BTS di tiga wilayah yang menjadi fokus, itu artinya kami terus memberikan perhatian kepada wilayah-wilayah ini,” ujarnya.
Sedangkan untuk kota Tual lanjutnya, jika tidak mengalami kendala di bulan Juli akan terlayani layanan serat optik Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) .
“Tersambungnya layanan SMPCS masyarakat di Tual bisa nikmati layanan internet dengan kecepatan yang maksimal,” tandas Joseph.
Diakuinya, hingga saat ini total pelanggan Telkomsel di Maluku mencapai 1,3 juta dan BTS yang telah terpasang sebanyak 406 BTS.
“Penambahan pelanggan dan BTS sangat meningkat dibandingkan tahun 2014 yang mencapai 228 BTS. Tahun 2015 kami mengalami pertumbuhan yang sangat baik hal ini dilakukan untuk memberikan layanan yang maksimal,” tandasnya.
Dari sisi kualitas layanan, kata Joseph, pihaknya akan melakukan peningkatan layanan pelanggan dan keterbatasan produk guna memenuhi komunikasi pelanggan.
“Kami bersyukur saat ini pemenuhan jaringan telah tersambung dengan kabel fiber optik untuk wilayah Pulau Ambon, dilanjutkan kota Tual dalam waktu dekat sehingga kualitas suara maupun data semakin baik,” ujarnya. (Ant/MP)


