Disperindag Ambon Rutin Awasi Kebutuhan Pokok

Ambon, Maluku Post.com – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Ambon, Maluku rutin melakukan pengawasan harga dan stok kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1436 Hijriah.

“Mengantisipasi melonjaknya harga kebutuhan pokok di pasar selama bulan puasa dan menjelang lebaran, kami intensif melakukan pengawasan di setiap pasar tradisional, swalayan dan distributor di Kota Ambon,” kata Kabid Perdagangan Lina Silooy, Selasa (23/6).

Ia mengatakan pihaknya rutin melakukan pengawasan setiap hari di pasar untuk memantau kebutuhan pokok masyarakat di kota ini.

Jika pada hari biasa, tim hanya turun seminggu tiga kali, tetapi akan ditingkatkan menjadi setiap hari baik di pasar tradisional maupun distributor.

“Pengawasan yang dilakukan sejak hari pertama Ramadhan belum terjadi kenaikan yang signifikan, harga kebutuhan pokok jyga masih relatif aman, jika terjadi kenaikan itu diperkirakan hanya berkisar 5 – 10 persen,” katanya.

Menurut Lina, kenaikan harga yang terjadi di pasar masih relatif dijangkau masyarakat, pengawasan dilakukan bukan hanya di tingkat pedagang tetapi juga distributor.

Kenaikan harga juga tergantung permintaan, jika meningkat otomatis mengalami kenaikan tetapi selama masih stabil harga juga akan mengikuti,” ujarnya.

Diakuinya, menjelang hari besar keagamaan banyak pedagang yang nakal mencari untung dengan menaikan harga secara sepihak.

“Hal ini harus kita antisipasi agar tidak terjadi kenaikan harga bahkan kelangkaan barang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan distributor terkait stok kebutuhan pokok.

“Umumnya pihak distributor menjelang hari raya telah menaikan jumlah permintaan ke sentra produksi, hal ini dilakukan agar tidak terjadi kenaikan harga dan terlebih kelangkaan,” tandasnya.

Pihaknya kata Lina, juga meminta masyarakat untuk melaporkan kepada Disperidag jika menemukan ada pedagang yang menaikan harga kebutuhan pokok.

“Laporan yang kami terima dari masyarakat, akan ditindaklanjuti dengan memberikan sanksi tegas kepada para pedagang,” katanya. (ant/MP)

Pos terkait