Idealnya Bangun “Duurstede Park” Di Saparua

Benteng Duurstede di Saparua

Ambon, Maluku Post.com – Legislator Maluku Tengah Demmy Hattu menyatakan idealnya Pemerintah Provinsi Maluku membangun “Duurstede Park” di Kota Saparua yang menjadi saksi sejarah perjuangan Pahlawan Nasional Thomas Matulessy bergelar Kapitan Pattimura dan kawan-kawan pada 1817 melawan kolonialisme Belanda.

“Beta (saya) lebih memilih membangun ‘Duurstede Park’ dari rencana menempatkan patung Pattimura di sana saat perayaan HUT ke-200 pada 15 Mei 2017,” kata Demmy Hattu di Ambon, Kamis (25/6).

Pernyataan politisi PDIP yang menjadi Wakil Ketua DPRD Maluku Tengah itu menanggapi program Gubernur Maluku Said Assagaff membangun patung Pattimura dan ditempatkan di Kota Saparua.

Sekiranya membangun “Duurstede Park” maka lokasi di sekitar benteng peninggalan Belanda yang direbut Pattimura dan rekan-rekan pada 1817 itu bisa ditata sebagai objek wisata menarik.

Begitu pun membangun monumen di Gunung Saniri sebagai tempat rapat Pattimura dan kawan-kawan untuk menyerang ke Benteng Duurstede.

Apalagi lokasi Gunung Saniri yang berada di petuanan (hak ulayat) negeri (sapaan desa di Maluku Tengah) Tuhaha itu setiap perayaan HUT Pattimura pada 15 Mei menjadi tempat pembuatan api untuk membakar obor Pattimura.

“Kan ada Benteng Duurstede, pantai Waisisil dengan pesona wisata bahari menarik dan monumen di Gunung Saniri, bila didisain menjadi ‘Duurstede Park’, selanjutnya ditempatkan patung Pattimura, maka menjadi paket wisata yang akan menarik kunjungan wisatawan,” ujar Demmy.

Karena itu, Gubernur Maluku yang telah mengarahkan Bupati Maluku Tengah untuk mengfasilitasi pembangunan patung Pattimura untuk ditempatkan di Kota Saparua hendaknya mempertimbangkan membangun “Duurstede Park”.

“Lihatlah Pattimura Park di samping lapangan Merdeka Ambon yang dibangun saat Wali Kota setempat, Jopi Papilaja, dilengkapi fasilitas olahraga dan taman ternyata saat ini ramai pengunjung sehingga ini bisa menjadi paket wisata dari Ambon hingga ke Saparua dalam upaya menjaring wisatawan,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Maluku Said Assagaff memandang perlu patung pahlawan nasional Pattimura ditempatkan di Saparua sebagai saksi perjuangannya bersama rekan-rekan pada 1817.

“Patung tersebut akan diresmikan pada perayaan HUT ke-200 Pattimura di Saparua yang diprogramkan dilaksanakan meriah,” katanya.

Gubernur mengemukakan telah berkoordinasi dengan Bupati Maluku Tengah, Abua Tuasikal agar segera mengumpulkan ahli waris pahlawan Pattimura, Latupati (pemangku adat) maupun Raja dan tokoh adat Saparua untuk membuat disainnya.

“Disain bila telah siap segera serahkan kepada Pemprov Maluku agar ditindaklanjuti ke Dinas PU setempat untuk segera membangun patung dengan dana APBD Maluku,” ujarnya.

Dia mengemukakan, patung pahlawan Pattimura jangan hanya ada di lokasi tempat penggantungannya di Pattimura Park dan museum Siwalima.

Namun, harus ada di Saparua sebagai saksi sejarah pahlawan Pattimura dan rekan-rekan berhasil merebut Benteng Duurstede sebagai tongkak perjuangan melawan kolonialisme Belanda.

“Patungnya diprogramkan ditempatkan di lapangan depan Benteng Duurstede di pantai Waisisil, Saparua,” kata Gubernur Said. (ant/MP)

Pos terkait