Inflasi terjadi di Kota Ambon pada tujuh kelompok pengeluaran, kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Jessica Eliziana Pupella di Ambon, Senin (1/6).
Ketujuh kelompok itu yakni kelompok bahan makanan sebesar 0,31 persen,kelompok makanan jadi,minuman dan rokok dan tembakau sebesar 0,05 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar ebesar 0,15, kelompok sandang sebesar 0,50 persen, kesehatan 0,11 persen.
Kemudian, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,04 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 4,19 persen.
“Komonitas yang dominan menyumbang inflasi di Kota Ambon adalah angkutan udara, ikan salar, ikan layang, ikan tongkol dan melinjo,” ujarnya.
Jessica menjelaskan, dari dua kota IHK di Provinsi Maluku, Kota Ambon mengalami inflasi sebesar 1,06 persen sedangkan Kota Tual mengalami inflasi sebesar 1,59 persen dengan IHK 134,65.
Sedangkan inflasi tertinggi terjadi di Kota Palu 2,24 persen dengan IHK 120,42 dan terendah terjadi di Kota Singkawang 0,03 persen dengan IHK 119,28. Deflasi hanya terjadi di Kota Pangkal pinang 0,61 persen dengan IHK 118,06.
Jessica menambahkan, tingkat inflasi tahun kalender Kota Ambon bulan Mei 2015 sebesar 5,33 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2015 terhadap Mei 2014) sebesar 8,53 persen. (ant/MP)


