Dishub Ambon Koordinasi Pengamanan Arus Mudik

Ambon, Maluku Post.com – Dinas Perhubungan dan Kepolisian Resor Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Maluku, melakukan koordinasi pengamanan mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah.

“Menjelang Idul Fitri pada H-7 dan H+7 kami akan melakukan koordinasi pengamanan di sejumlah titik guna mengantisipasi arus mudik penumpang keluar maupun yang datang ke Ambon, ” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon Pieter Saimima di Ambon, Jumat (03/7).

Menurut dia, tim terpadu pengamanan mudik hari raya telah dibentuk yang terdiri dari Dishub provinsi Maluku dan kota Ambon, TNI Polri, pihak Adpel serta Angkasa Pura.

“Kami telah melakukan rapat koordinasi pengamanan seluruh tim terpadu untuk pengamanan darat, laut dan udara, serta menentukan armada dan jumlah petugas yang akan ditempatkan di sejumlah titik di Kota Ambon,” katanya.

Pieter mengatakan pengamanan terpadu arus mudik mulai digelar mulai H-7 hingga H+7 Lebaran.

“Pengamanan ini rutin seperti tahun sebelumnya, tetapi jumlah personil baik Dishub dan Polres yang akan bertugas belum ditentukan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, petugas akan ditempatkan di beberapa titik yakni pelabuhan Yos Sudarso, Slamet Riyadi, Galala, bandara Internasional Pattimura dan terminal antar kota Mardika dan Transit Passo.

“Arus mudik maupun balik lebaran biasanya terjadi di pelabuhan Yos Sudarso, Slamet Riyadi dan bandara Pattimura, karena itu petugas akan kami siagakan dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan titik lainnya,” katanya.

Pieter menyatakan, pihaknya juga melakukan langkah antisipasi kenaikan harga angkutan AKDP serta calo tiket di sejumlah pelabuhan dan bandara.

“Harga angkutan AKDP akan dipantau untuk mengantisipasi pengemudi yang menaikan harga tidak sesuai SK Gubernur Maluku untuk rute Ambon – Maluku Tengah atau kebupaten seram Bagian Barat (SBB) dan SBT,” ujarnya.

Diakuinya, arus mudik maupun balik lebaran di Ambon tidak seperti daerah lain di Jawa, tetapi hal ini menjadi perhatian bersama.

“Koordinasi bersama dilakukan agar tidak terjadi penumpukan penumpang di pelabuhan maupun bandara, serta mengantisipasi calo tiket penumpang,” kata Pieter. (ant/MP)

Pos terkait