“Institusi TNI dan Polri selaku penanggungjawab keamanan akan kami undang untuk melakukan evaluasi terhadap perkembangan kamtibmas,” kata Wakil Ketua DPRD Maluku Syaid Mudzakir Assagaf di Ambon, Rabu (29/7).
Ia menilai evaluasi itu sudah mendesak dilakukan mengingat sejumlah konflik yang terjadi di tengah masyarakat seperti peristiwa perkelahian antar pemuda Tawiri-Laha atau bentrok antar kampung di Mamala-Morela, termasuk ketegangan warga Rohomoni-Kabauw yang terjadi saat musim libur panjang.
Berbagai peristiwa pidana itu disikapi pemerintah daerah lewat koordinasi yang baik sehingga aparat keamanan sedang mendalami setiap peristiwa yang timbul di masyarakat.
Syaid mengatakan, proses pendalaman ini harus dilakukan agar bisa menemukan akar permasalahannya sekaligus mencari solusi yang tepat.
Karena langkah awal yang telah dilakukan Polri serta didukung aparat TNI adalah mencegah perkelahian antar warga, tetapi harus diselidiki pula menyangkut apa inti permasalahan yang setiap waktu bisa timbul perkelahian ulang karena dipicu persoalan sepele.
“Awalnya dalam rapat forum komunikasi pimpinan daerah, didapatkan informasi kalau warga Mamala dan Morela sebenarnya tidak ada persoalan di antara mereka, tetapi tiba-tiba terlibat konflik pasca penemuan jasad Arsyad Malawat (40) di dalam hutan pada Minggu, 19/7),” katanya.
Kondisi ini menggambarkan masih ada pihak-pihak tertentu yang menginginkan stabilitas keamanan di daerah ini terganggu sehingga DPRD akan melakukan rapat evaluasi dengan instansi terkait. (ant/MP)


