Beberapa sumber Maluku Post, Selasa (13/7) mengakui, pertanggungjawaban anggaran pembinaan kempo masih dipersoalkan sejumlah pengurusnya karena proposalnya sudah masuk, tetapi anggarannya belum diserahkan kepada Pengurus Kempo Indonesia (Perkemi) Maluku.
Kabarnya, anggaran pembinaan untuk Perkemi masih di tangan Tibalia dan belum diberikan kepada pengurus Perkemi. Namun hal itu dibantah keras Tibalia.
“Itu tidak benar. Dana itu sudah saya serahkan ke pengurus Perkemi Maluku beberapa waktu lalu,” kelit Tibalia ketika dikonfirmasi.
Kabarnya dugaan kasus pertanggungjawaban dana pembinaan Perkemi Maluku bakal menghadang upaya Tibalia mengikuti ujian kenaikan tingkat (grade) di Negara Sakura itu.
Sejumlah pengurus provinsi Federasi Olahraga Karatedo Indonesia (Forki) Maluku berkeberatan dengan keinginan Tibalia ke Jepang. Namun, PB Forki telah mengirimkan surat ke KONI Maluku menyangkut hal tersebut.
Wakil Sekretaris Umum KONI Maluku Aartje Apituley ketika dikonfirmasi menyangkut hal ini membenarkannya.
“Memang SK dari PB Forki sudah diterima kami (KONI Maluku),” timpal Apituley. (09)


