MSH Lemkari Maluku Tepis Ada Rangkap Jabatan

Ambon, Maluku Post.com – Keterpurukan prestasi olahraga Maluku juga ditentukan masih banyak praktisi olahraga yang merangkap jabatan di salah satu atau beberapa induk organisasi cabang olahraga. Di Lembaga Karatedo Indonesia (Lemkari) Maluku, misalnya, ada oknum tertentu yang dituding merangkap sebagai dewan Pembina, penasihat, pengurus harian dan pelatih.

“Kalau tiga atau empat jabatan itu sudah dipegang satu pengurus, lalu siapa yang mau awasi yang bersangkutan. Ini kan iklim berorganisasi yang tidak baik,” keluh salah satu pengurus Federasi Olahraga Karatedo Indonesia (Forki) Maluku kepada Maluku Post di café Joas, Jalan Said Perintah Ambon, Selasa (14/7).

Sumber itu berharap Forki Maluku dan KONI Maluku dapat mengevaluasi rangkap jabatan di Lemkari Maluku karena ada monopoli tugas oleh salah satu personel. Namun, Majelis Sabuk Hitam (MSH) Lemkari Maluku Beny Muskitta membantah sinyalemen jika Lemkari Maluku terdapat rangkap jabatan.

“Tidak benar (rangkap jabatan) itu. Sebab, Lemkari Maluku dibawah pak Ety Sahuburua jelas, tak ada rangkap jabatan,” sahut Muskitta.

Muskitta menilai keberhasilan yang selama ini diraih Lemkari Maluku tampaknya memantik kecemburuan di tengah perguruan-perguruan karate yang lain (Inkado, Inkanas, KKI dan Gabdika), sehingga muncul isu miring seperti itu.

“Saya memang sudah ditelepon berkali-kali, bahkan ada dari kabupaten yang bilang Lemkari Maluku sudah bubar ya. Saya bilang siapa yang katakan itu, semua itu tak benar, sebab kami masih eksis kok. Tapi, saya tahu ini semua hanya kecemburuan karena dimana-mana atlet Lemkari selalu berprestasi, misalnya saja Almendo Pesiwarissa dan lain-lain. Tapi, saya tak mau tanggapi semua itu. Saya hanya kerja dan buktikan prestasi bagi pribadi dan atlet-atlet muda Maluku,” tekad Muskitta santai. (09)

Pos terkait