Tepis Pertikaian Isu SARA Di Ambon

Warga Tawiri Silaturahmi Ke Desa Laha

Ambon, Maluku Post.com – Usai menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, akhirnya umat Muslim di Maluku khususnya di Kota Ambon merayakan Idul Fitri 1436 Hijriah sebagai hari kemenangan besar dalam menahan segala hawa nafsu dan keinginan.

Di momen hari raya itu, sesama warga Muslim saling bersilaturahmi dan tak ketinggalan saudara-saudara dari umat beragama lainnya baik Kristen, Hindu maupun Budha turut bersama-sama merasakan kebahagiaan di momen tersebut.

Tak terkecuali, warga masyarakat di desa Tawiri dan Laha. Kesan keributan yang sempat terjadi diantara beberapa pemuda kedua desa bertetangga beberapa hari lalu sama sekali tak tampak dalam momen silaturahmi dimaksud.

Hal tersebut dibuktikan dengan kedatangan Kepala SMA Angkasa Lanud Pattimura Ambon, Ny. Lewerissa dan sejumlah guru asal desa Tawiri melakukan kunjungan silaturahmi ke sejumlah rekan guru maupun para orang tua murid yang bersekolah di SMA Angkasa Lanud Pattimura di hari pertama Idul Fitri, Jumat (17/7).

Kesan keakraban dan kekeluargaan tampak dalam pertemuan tersebut disampaikan Raja Tawiri, Jopi Tuhuleruw di Ambon, (18/7).

Menurut Tuhuleruw, momen ini membuktikan bahwa hubungan kekerabatan dan kekeluargaan diantara sesama basudara kedua negeri tetap terjalin baik dan tak terganggu sedikit pun dengan insiden beberapa hari lalu.

“Saya dan juga Bapa Raja Laha tetap pada komitmen kami bahwa apapun yang terjadi tidak boleh merusak hubungan sesama basudara di kedua negeri ini. Karena bagi saya, anak-anak Laha adalah anakku juga,” tandas Tuhuleruw.

Dijelaskan pula, sejak hari terakhir puasa, malam Takbiran hingga perayaan Idul Fitri semuanya berjalan aman dan lancar. Begitu juga aktivitas warga kedua negeri dimana warga Tawiri memasuki negeri Laha begitu pula sebaliknya tetap berjalan seperti biasanya.

“Saya mengingatkan warga Tawiri bahwa kejadian kemarin adalah antara pribadi dengan pribadi bukan antara negeri dengan negeri atau antar agama. Sehingga kita harus berikan rasa aman dan damai bagi saudara kita dari Laha yang hendak berkunjung atau melewati negeri kita. Dan, itu yang kita lihat sampai sekarang termasuk yang Pak Wartawan lihat sejak tadi, saudara-saudara kita dari Laha bebas melalui wilayah kami dengan aman. Dan begitu pula sebaliknya warga kami yang bekerja di bandara maupun melewati negeri Laha merasa aman dan nyaman,” bebernya.

Terkait dengan kondisi stabilitas keamanan yang normal tersebut, Tuhuleruw mengajak semua pihak untuk turut bersama-sama menjaga dan memelihara kebersamaan antara sesama basudara di Maluku baik antara negeri Tawiri dan Laha maupun negeri-negeri lainnya yang telah terbina dengan baik.

“Kejadian di masa lampau itu, cukup sudah. Kami semua di Maluku sudah capek dan lelah dengan semua itu. Jadi, saya himbau semua pihak untuk membantu mendukung serta turut menjaga kedamaian di negeri Ambon yang manis ini,” pungkasnya.

Menyangkut proses hukum terhadap insiden perkelahian yang terjadi, Tuhuleruw menyerahkan sepenuhnya kepada kewenangan penegak hukum dalam hal ini Kepolisian Resort Pulau Ambon dan PP Lease.

“Saya tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya, sekalipun saya mendengar cerita warga saya, saya tidak memegang itu sebagai fakta kebenaran karena Polisi yang paling tahu itu dan sangat jelas tertuang pada Berita Acara Pemeriksaan. Apalagi, Polisi juga sudah mengamankan pelaku. Dan yang perlu diingat bahwa ini adalah insiden kriminal murni, bukan antara negeri dengan negeri karena warga kedua negeri sudah sangat memahami itu dan tidak mau lagi dibodohi-bodohi oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab  yang pada akhirnya membuat susah sendiri. Makanya saya serahkan semuanya kepada proses hukum,” paparnya. (**)

Pos terkait