Ambon, Maluku Post.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim SAR didesak menanggulangi warga masyarakat yang menjadi korban kebakaran hutan di Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah.
“Kami juga minta pemerintah kabupaten segera menyikapi persoalan kebakaran hutan yang terjadi di Seram Utara. Saya mendapat informasi sudah ada rumah-rumah masyarakat suku terasing di pedalaman yang terbakar,” kata Ketua DPRD Maluku, Edwin Adrian Huwae di Ambon, Kamis (15/10).
Kebakaran tersebut sudah terjadi sejak pekan terakhir September 2015 dan menghanguskan puluhan ribu hektare hutan termasuk tanaman milik warga.
Sementara masyarakat Seram Utara, terutama bagi suku terasing yang biasanya hidup di dalam hutan sehingga tempat tinggal mereka ikut terbakar.
Sehingga DPRD provinsi mempertanyakan kebijakan pemerintah kabupaten dalam menyikapi persoalan kebakaran hutan hingga merambah rumah dan tanaman milik warga seperti cengkeh, pala, dan tanaman produktif lainnya.
Untuk itu DPRD berharap segera ada aksi nyata yang harus segera dilakukan BPBD dan SKPD terkait untuk melihat persoalan kebakaran hutan di sana dan juga harus melibatkan pihak SAR untuk memadamkan api atau meminimalisir kebakaran yang terjadi.
“Tetapi yang paling utama adalah menanggulangi persoalan masyarakat yang rumah-rumahnya hari ini terbakar,” kata anggota DPRD Maluku asal daerah pemilihan Kabupaten Maluku Tengah ini.
Dirinya juga baru memberikan sumbangan beras kepada masyarakat yang menjadi korban kebakaran hutan di Seram Utara, tetapi sangat diharapkan kepada pemerintah kabupaten untuk segera mengambil langkah konkrit.
Desa-desa yang penduduknya menjadi korban kebakaran hutan di Seram Utara adalah Siahari, Kokoroli, Suku Hualu, Maneo Rendah, Maneo Tinggi, Kabailuhu, Kabauhari, dan Iloana. (ant/MP)


