Disdik Ambon Targetkan UN “Online” 2016

Ambon, Maluku Post.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ambon menargetkan akan melaksanakan ujian nasional (UN) berbasis komputer (online) di tingkat SMP dan SMA tahun 2016.

“Pelaksanaan UN tahun 2016 kami targetkan menggunakan sistem komputer (online) di sejumlah sekolah di Ambon, hal ini dilakukan sebagai upaya pemanfaatan teknologi informasi dan mencegah terjadinya kebocoran soal,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon Benny Kainama di Ambon, Rabu (14/9).

Ia mengatakan, sampai saat ini baru satu sekolah yakni SMPN 6 Ambon yang telah melaporkan ke Dinas Pendidikan siap melaksanakan sistem online.

“Kami berharap sekolah lainnya dapat memasukan laporan kesiapan fasilitas pendukung UN online, sehingga kami dapat melakukan sosialisasi kepada setiap siswa yang akan mengikuti UN,” katanya.

Menurut Benny, peralatan penunjang seperti komputer, jaringan internet, listrik dan SDM harus dipersiapkan, sehingga saat pelaksanaan ujian dapat berjalan dengan baik.

“Jika peralatan penunjang telah dipersiapkan maka siswa juga harus dipersiapkan dengan berbagai latihan, terutama cara mengisi lembaran jawaban secara online,” ujarnya.

Dia menjelaskan, persiapan UN berbasis komputer akan ditindaklanjuti dengan petunjuk teknis pelaksanaan agar setiap sekolah dapat mempersiapkan SDM dan fasilitas penunjang.

“Diharapkan tahun depan sekolah di Ambon dapat melaksanakan UN online, karena saat pelaksanaan UN tahun ini belum diterapkan karena infrastruktur penunjang belum memadai,” kata Benny.

Ia mengakui, tahap awal ditetapkan dua sekolah yakni SMA Negeri Siwalima dan SMK Negeri 3 menjadi percontohan penerapan UN berbasis komputer di provinsi Maluku.

“Tetapi setelah dilakukan persiapan ternyata fasilitas pendukung seperti komputer, jaringan internet belum siap untuk melaksanakan ujian online. Kami berharap tahun 2016 dapat terlaksana,” ujarnya.

Dia menambahkan, selain pelaksanaan UN online pihaknya juga berharap pelaksanaan Penerimaan Siswa Baru (PSB) juga dilakukan secara online.

“Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penumpukan siswa di sekolah unggulan, seluruhnya harus dilaksanakan secara objektif dan terbuka. Selain itu juga mencegah manipulasi data dan hasil ujian siswa, kita berharap ke depan semua dilaksanakan secara transparan,” kata Benny Kainama. (MP-2)

Pos terkait