GASIRA Imbau Masyarakat Untuk Bergerak Lindungi Anak

Ambon, Maluku Post.com – Lembaga Kajian dan Advokasi untuk Pemberdayaan Perempuan GASIRA mengimbau masyarakat untuk mulai bergerak melindungi anak-anak dari berbagai tindak kekerasan dan kejahatan, dengan membangun kontrol keamanan di lingkungannya masing-masing.

“Mesti ada gerakan masyarakat yang mengkampanyekan bahwa anak-anak kita sekarang tidak aman, kampanye publik yang luar biasa akan membangun kesadaran bersama untuk memberi perlindungan pada anak,” kata Direktur Gasira Lies Marantika Mailoa di Ambon, Selasa (13/10).

Mantan komisioner Komnas Perempuan periode 1998 – 2006 itu mengatakan masyarakat dapat membuat gerakan perlindungan terhadap anak dari tindak kekerasan dan kejahatan seksual dengan membangun kontrol keamanan di lingkungannya.

Hal ini, menurut Lies, akan menumbuhkan kepekaan sehingga mampu mengenali gejala-gejala dari bentuk-bentuk tindak kekerasan yang akan atau sedang terjadi pada anak, karena masyarakat sendiri yang berperan untuk mengawasi dan mencermati perilaku anak dan orang-orang dengan kecenderungan perilaku tertentu.

“Belajar dari kasus-kasus yang sedang terjadi, kita sudah harus mulai membangun security control (kontrol keamanan) di lingkungan, ini perlu peran masyarakat untuk mengawasi dan mencermati orang-orang dengan kecenderungan tertentu yang berada di sekitar kita,” ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan dari sekian banyak kasus kekerasan, terutama tindak kejahatan seksual terhadap anak yang pernah ditangani oleh rumah aman Gasira, pelaku adalah orang yang memiliki hubungan dengan korban atau mengenalinya dengan baik.

Karena itu, selain masyarakat yang berperan aktif, para orang tua, kata Lies, juga harus mampu memberikan perhatian terhadap anak-anaknya, menumbuhkan kepekaan anak-anak terhadap kecenderungan terjadinya kekerasan, membangun suasana keluarga yang penuh cinta kasih.

“Bentuk kekerasan atau tindakan yang sangat brutal dan anak yang menjadi objek harus disadari ini sedang terjadi, setiap lingkungan mengenali gejala-gejala itu di lingkungannya untuk memberi pengamanan pada lapisan masyarakat karena kebanyakan pelaku adalah orang yang mengenali korban,” katanya. (ant/MP)

Pos terkait