Ambon, Maluku Post.com – Gubernur Maluku Said Assagaff menyatakan kesiapannya mendukung rencana penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katholik secara nasional.
“Saat Pesparani Maluku III di Dobo, ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru pada 26 – 30 Oktober 2014 telah dikonsolidasikan sehingga perlu didukung penyelenggaraan tingkat nasional,” katanya, dikonfirmasi, Rabu (14/9).
Menurut gubernur, Pemprov Maluku siap memfasilitasi Keuskupan Amboina dan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katholik Keuskupan Amboina (LP3KKA) Maluku untuk keperluan tersebut.
“Saya ingat saat Pesparani Maluku di Dobo telah dicanangkan perhelatan untuk tingkat nasional sehingga perlu dimatangkan penyelenggaraannya dengan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) untuk berkoordinasi ke Ditjen Binmas Katholik Kemenag,” ujarnya.
Sekjen Kementerian Agama (Kemenag), Nur Syam yang membuka Pesparani Maluku III di Dobo juga mengapresiasi rencana perhelatan Pesparani Nasional melalui Ditjen Binmas Katholik yang berkoordinasi dengan KWI.
Begitu pun, Keuskupan Agung Merauke, Papua menyertakan peserta dalam rangka eksebisi di lomba Pesparani Provinsi Maluku III di Dobo.
Keikutsertaan Keuskupan Agung Merauke bersama delapan Keuskupan lainnya sebagai peninjau guna mendukung rencana mencanangkan Pesparani tingkat nasional.
“Idealnya lomba Pesparani sama dengan MTQ (Islam) dan Pesta Padua Suara Gerejawi (Pesparawi), makanya diperjuangkan agar diselenggarakan dalam waktu dekat,” katanya Gubernur Said, mengutip ucapan Dirjen Nur Syam.
Karena itu, dia menyatakan kesediaannya sekiranya Maluku dipercayakan menyelenggarakan Pesparani Nasional I, menyusul sukses perhelatan MTQ Nasional XXIV di Ambon pada 8 – 15 Juni 2012 maupun Pesparawi Nasional XI pada 2 – 12 Oktober 2015.
“Saya diberitahu bahwa agama Hindu atau Budha juga akan menyelenggarakan event nasional, sehingga Pesparani harus didukung perhelatannya,” ujar gubernur.
Dia mengakui, motivasi mendukung perhelatan Pesparani Nasional di Maluku guna mewujudkan daerah ini menjadi laboratorium kerukunan umat beragama di Tanah Air maupun Internasional.
“Kita sudah buktikan itu dengan menggelar MTQ maupun Pesparawi Nasional, termasuk membangun Islamic Centre pada 2012, Kristiani maupun Katholik Centre 2015 serta Hindu dan Budha Centre 2016,” kata Gubernur.
Dia bahkan telah mengarahkan Kadis PU Maluku, Ismael Usemahu untuk mencari lahan di pulau Ambon untuk membangun permukiman kerukanan umat beragama.
“Perkampungan akan ditempati semua komunitas agama dan suku dari Papua hingga Banda Aceh sebagai bentuk fisik laboratorium kerukunan umat beragama yang telah direspon Presiden Joko Widodo meresmikannya bila telah rampung,” tegas Gubernur Said. (ant/MP)


