Kota Ambon Terjadi Inflasi 0,38 Persen

Ambon, Maluku Post.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat Kota Ambon pada September 2015 mengalami inflasi 0,38 persen, dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 120,41.

“Inflasi tertinggi di Tanah Air terjadi di Kota Merauke sebesar 1,33 persen dengan IHK 123,20,” kata Kepala BPS Provinsi Maluku, Diah Utami di Ambon, Kamis (1/10).

Dia mengatakan, selama September 2015 dari 82 kota IHK tercatat 46 kota mengalami inflasi, sedangkan 36 kota lainnya mengalami deflasi.

“Inflasi terendah terjadi di DKI Jakarta sebesar 0,01 persen dengan IHK 122,38,” ujar Diah.

Deflasi tertinggi, lanjutnya, terjadi di Kota Sibolga sebesar 1,85 persen dengan IHK sebesar 120,15 dan terendah terjadi di Kota Bandung sebesar 0,01 persen dengan IHK 120,61.

Dia mengatakan, dari 82 kota IHK di Indonesia, Kota Ambon pada September 2015 menduduki peringkat 47 dan inflasi bulanan Kota Ambon menduduki peringkat 15, inflasi tahun kalender Kota Ambon menduduki peringkat kelima serta inflasi tahun ke tahun Kota Ambon menduduki peringkat 16.

Tingkat inflasi tahun kalender Kota Ambon di September 2015 sebesar 4,67 persen dan tingkat inflasi dari tahun ke tahun (September 2015 terhadap September 2014) sebesar 7,64 persen.

Diah menjelaskan, inflasi Kota Ambon terjadi pada tujuh kelompok pengeluaran yakni pada kelompok bahan makanan sebesar 0,82 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,04 persen, kelompok perumahan,air, listrik, gas serta bahan bakar sebesar 0,26.

Sedangkan, kelompok sandang sebesar 0,35 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,22 persen, kelompok pendidikan , rekreasi dan olahraga sebesar 0,57 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,26 persen.

Komoditas yang dominan menyumbang inflasi di Kota Ambon adalah ikan layang, beras, daun singkong, cabe rawit dan angkutan udara. (ant/MP)

Pos terkait