Kota Tual Terjadi Deflasi 1,41 Persen

Ambon, Maluku Post.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat terjadi deflasi di Kota Tual, Provinsi setempat pada September 2015 sebesar 1,41 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 133,64.

“Deflasi tertinggi di Tanah Air terjadi di Kota Sibolga sebesar 1,85 persen dengan IHK sebesar 120,15 dan terendah terjadi di Kota Bandung sebesar 0,01 persen dengan IHK 120,61, “kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Diah Utami di Ambon, Kamis (1/10).

Dari 82 kota di Indonesia, di pada Agustus 2015 IHK Kota Tual menduduki peringkat satu, dan inflasi bulanan Kota Tual menduduki peringkat 80, inflasi tahun kalender Kota Tual menduduki peringkat satu.

Tingkat inflasi tahun kalender Kota Tual pada September 2015, lanjutnya, sebesar 6,62 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2015 terhadap September 2014) sebesar 7,64 persen.

Komoditas yang dominan menyumbang iflasi di Kota Tual adalah daun singkong, ikan kembung, cabe rawit, daging ayam ras dan mie kering instant.

Diah mengemukakan, pada September 2015 IHK Kota Tual yang mencapai 133,64 menunjukan bahwa secara umum harga-harga di daerah itu dibanding pada 2012 telah meningkat sebesar 33,64 persen.

Peningkatan tersebut lebih cepat dibanding Kota Ambon dengan IHK sebesar 120,41 yang berarti kenaikan harga secara umum di Kota Ambon pada September 2015 dibanding tahun 2012 mencapai 20,41 persen.

“Kota Tual yang mengalami deflasi 1,41 persen menunjukan bahwa pada September 2015 secara umum harga barang dan jasa turun sebesar 1,41 persen dibanding bulan Agustus 2015,” ujarnya.

Pada periode September 2015 ini, lanjutnya, baik nilai inflasi bulanan Kota Ambon lebih tinggi dibanding Kota Tual, sedangkan UNTUK IHK, inflasi tahun kalender, maupun inflasi tahun ke tahun Kota Tual lebih tinggi dibanding Kota Ambon. (ant/MP)

Pos terkait