Pesparawi Ajang Kampanye Perdamaian Untuk Dunia

Ambon, Maluku Post.com – Penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XI Nasional di Kota Ambon menjadi ajang kampanye dan promosi perdamaian di Maluku dan Indonesia pada umumnya kepada dunia internasional, kata Gubernur Maluku Said Assagaff.

“Serta wujud solidaritas umat beragama untuk menjadi model di tengah dehumanisasi yang masih terjadi di sebagian belahan bumi,” kata Said saat memberikan sambutan pada penutupan Pesparawi nasional tersebut di Ambon, Sabtu (10/10) malam.

Pesparawi XI Nasional ditutup Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir.

Sukses penyelenggaraan Pesparawi 2015, tandas Said, tidak hanya menjadi kemenangan umat Kristiani, tetapi seluruh umat beragama di Maluku bahkan di Tanah Air.

Gubernur menegaskan, sukses penyelenggaraan Pesparawi nasional yang diikuti 7.000 peserta dari 34 provinsi dan didukung penuh umat Muslim serta umat beragama lainnya di Maluku, hasilnya sama saat Maluku juga menjadi tuan rumah dua kegiatan keagamaan bersifat nasional yakni Pesparawi mahasiswa tingkat nasional tiga tahun lalu serta Musabaqah Tilaqatil Quran (MTQ) Tahun 2012.

Semua event keagamaan bersifat nasional di Ambon tersebut, tandas Said, tidak semata untuk mengejar seremonial yang megah atau suasana dan kondisi Maluku yang sesunggunya saat ini.

“Tetapi lebih dari itu, kami ingin mendemonstrasikan dengan tulus kepada dunia tentang pola hidup orang basudara (bersaudara) di Maluku yang lahir secara sungguh dan abadi. Sukses Pesparawi ini juga untuk menggenapi sukses MTQ nasional tahun 2012,” tandasnya.

Di hadapan ribuan peserta, pendukung acara, pimpinan dan perwakilan jemaat se-Kota Ambon serta ribuan warga yang memenuhi kawasan stadion Mandala Remaja, Said menyampaikan tiga hal penting untuk direfleksikan secara bersama oleh seluruh komponen bangsa, terutama menyangkut konstruksi dinamika hidup serta toleransi antarkelompok dan antarumat beragama.

“Jujur harus saya katakan bahwa Pesparawi nasional di Ambon menjadi berkah luar biasa bagi masyarakat Maluku, sebab melaluinya dapat tergambar konstruksi membangun dinamika hidup, komunikasi dan toleransi antarkelompok masyarakat dan antarumat beragama terus diperkuat,” katanya.

Selain itu, pelayanan yang tulus yang diberikan basudara lintas agama di ajang Pesparawi membuktikan bahwa kekuatan membangun kohesi antarumat beragama harus terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Kompetisi lomba banding nyanyi lagu gerejawi tersebut, tandas Gubernur, telah menjadi milik semua komponen masyarakat di Maluku.

“Ini sebuah fakta yang tidak terbantahkan. Pesparawi menjadi milik masyarakat. Komponen lintas agama saling bahu membahu menyukseskannya, terutama menjadi tuan dan nyonya rumah yang baik bagi para tamu dari 33 provinsi. Ini nilai tambah untuk membangun Maluku yang sejahtera, rukun, aman dan religius dengan diwarnai semangat hidup orang basudara,” katanya Gubernur menandaskan, Pesparawi nasional boleh berakhir tetapi persaudaraan yang rukun dan hakiki di antara masyarakat akan tetap abadi.

“Saya yakin Maluku akan lebih maju dan kita sedang menuju sebuah peradaban yang rukun dan damai,” tandasnya.

Dia berharap suasana kebersamaan, kerukunan, persaudaraan serta keramah-tamahan selama sepekan terakhir di Ambon, dapat menjadi kenangan indah bagi ribuan peserta dari 33 provinsi saat kembali ke daerah asalnya dan dapat menceritakan kepada keluarga, sahabat maupun masyarakat lainnya. (ant/MP)

Pos terkait