Satu Penambang Gunung Botak Diparangi OTK

Namlea, Pulau Buru, Maluku Post.com – Seorang penambang bekerja di lokasi penambangan emas ilegal Gunung Botak menderita luka-luka karena diparangi oknum tidak dikenal (OTK), sehingga harus menjalani perawatan intensif.
“Korban adalah penambang asal Talaut Sulawesi Utara bernama Niher Walesasi (50). Korban diparangi OTK dan menderita luka potong pada leher kanan dan dada sebelah kiri,” kata Kabag Ops Polres Pulau Buru AKP Agung Tribawanto, di Namlea, Minggu (15/11).
Korban saat ini telah dirujuk untuk mendapatkan perawatan intensif pada Puskesmas Waekasar, Kecamatan Waeapo.
Agung mengatakan, kasus pemarangan terhadap penambang tersebut terjadi pada Minggu (15/11) dinihari sekitar pukul 01.00 WIT dengan tempat kejadian perkara pada lokasi penambangan jalur H Dusun Wamsait, Desa Dava, Kecamatan Waelata.
Agung menuturkan kronologis kejadiannya bermula saat korban bersama dua rekan sesama penambang yang juga berasal dari Talaut, Sulut yakni Jeni Montoh (45) dan Adi Soreh sedang tidur dalam tenda yang terbuat dari terpal di lokasi penambangan jalur H.
Saat itu tidak ada penerangan di dalam tenda dan sebelum tidur ketiganya menyalakan api unggun di luar tenda sebagai penerangan.
Saat sedang hendak tidur mereka mendengar beberapa orang tidak dikenal yang datang di depan tenda dan sempat berbicara menggunakan daerah dengan penambang lain yang berada di sekitar tenda tersebut.
Setelah berbicara, tiba-tiba salah satu orang tidak dikenal menyalakan senter dan masuk ke dalam tenda, kemudian melakukan pemarangan terhadap korban.
Karena terkejut korban bersama dua rekannya berlari keluar dari tenda untuk menyelamatkan diri, Sedangkan pelaku langsung melarikan diri setelah melakukan aksinya.
Jeni Montoh (45) dan Adi Soreh sempat berteriak meminta pertolongan sehingga sejumlah penambang keluar dan melakukan pengejaran terhadap pelaku, tetapi tidak ditemukan.
Para penambang kemudian membantu mengevakuasi korban untuk memperoleh perawatan serta melaporkan kejadian tersebut ke pos aparat keamanan terdekat.
Agung mengatakan, aparat kepolisian dibantu TNI sedang berusaha mencari pelaku untuk ditangkap dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Agung tidak berani berspekulasi tentang penyebab aksi pemarangan terhadap penambang asal Sulut tersebut, tetapi diperkirakan tindakan tersebut berkaitan dengan masalah lahan atau pembagian hasil tambang emas di kawasan Gunung Botak tersebut.
Kasus bentrokan dan pembunuhan di kawasan pertambangan emas ilegal Gunung Botak, sudah sering kali terjadi baik antarsesama penambang maupun antara penambang dengan masyarakat adat setempat, sejak tambang ilegal tersebut dibuka tahun 2011 lalu. (MP-1)

Pos terkait