Masyarakat Desa Demo Tuntut Penjabat Desa Loki Dipecat

Piru,
Maluku Post.com –
Puluhan masyarakat Desa Loki,
Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kamis (21/1) melakukan aksi
unjuk rasa di Kantor Bupati Seram Seram Bagian Barat. 
Bertandannya
masyarakat Desa Loki ke kantor Bupati SBB yakni untuk mendesak Pemkab SBB
menonaktifkan penjabat Desa Loki Alberto N. Maulani dari jabatannya sebagai
penjabat kepala Desa Loki.
Masyarakat
yang datang dengan atribut adat, didampingi Himpunan Mahasiswa Adat Saka Mese Nusa
(HIMSANU) berorasi di tugu Selamat Datang kota Piru sebelum ke kantor Bupati
SBB.
Orasi
yang digelar di kantor Bupati SBB sempat tegang lantaran masyarakat memaksa
masuk menerobos pagar yang dijaga ketat oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan
pasukan anti Huru Hara dari Polres SBB. 
Himpunan
Mahasiswa Adat Saka Mese Nusa (HIMSANU) dalam tuntutannya meminta pencopotan
Alberto N. Maulani dari Pjs Kepala Desa Loki terhitung 3 hari kedepan mulai
tanggal 21 januari 2016.
Menuntut
pencopotan Camat Huamual Alberto N. Maulani dari jabatannya sebagai Camat
karena tidak mampu melihat wilayah pemerintahannya. Meminta Pemkab SBB melantik
kepala Desa Loki Defenitif yang telah terpilih sesuai dengan aturan adat.
Mereka
mengancam, apabila tuntutan ini tidak direspon dengan baik, maka HIMSANU akan
melakukan aksi yang lebih akbar.
Setelah
kurang lebih satu jam berorasi dan menyampaikan aspirasinya,  5 orang
dlegasi masyarakat desa Loki diundang untuk bertatap muka dengan perwakilan
Pemkab SBB di ruang rapat kantor Bupati SBB.
Dalam
tatap muka dengan Plt Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan
Desa (BPMBD) Woody Timisela, dan Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan
Olahraga SBB, Fransiyane Puttileihalat, masyarakat desa loki mendesak agar
Pemkab SBB mencopot penjabat desa loki yang juga merupakan Camat Huamual
sebagai penjabat Desa Loki.
Bagi
mereka, 5 soa yang ada di desa Loki telah mengangkat Kepala Desa yakni Risat
Putimahua namun yang bersangkutan tidak diangkat sebagai kepala Desa namun
Pemkab SBB mengangkat Camat Huamual Alberto N.Maulani sebagai penjabat.
“Penetapan 5 soa mengangkat bapak Richard Purimahua sebagai kepala desa. Namun
 penetapan itu tidak dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam
pengangkatan penjabat desa Loki. Ini mernurunkan harga diri kami sebagai anak
adat, untuk itu kami harapkan agar kami bisa bertemu dengan instansi terkait
yakni bagian hukum dan bagian pemerintahan Setda SBB. Camat Maulani membangun
konflik di Loki, ada PNS di Loki kenapa tidak diangkat sebagai penjabat? “ tanya Risat Tuarisa kepada perwakiilan Pemkab SBB.
Sedangkan
Richard Purimahua menduga ada manipulasi tanda tangan Bupati SBB dalam SK
pemberhentian dirinya sebagai penjabat Desa Loki. 
“Hak
adat kita telah diinjak injak. SK Pengangkatan dan SK pemberhentian saya ada
perbedaan tanda tangan Bupati SBB. d  ini saya duga ada manipulasi tanda
tangan Bupati. Bukan itu saja,  tapi ada tanda tangan palsu staf Desa yang
dilakukan untuk pencairan Dana Desa dan Anggaran Dana Desa“ ungkap Purimahua.
Menyikapi
itu, perwakilan Pemkab SBB, Woody Timisela memastikan tanda tangan yang ada
dalam SK Pemberhentian Purimahua sebagai penjabat Desa Loki yang digantikan
dengan Alberto Maulani adalah benar tanda tangan Bupati SBB.
“Kalau saudara katakan SK dan tanda tangan itu palsu berarti SK yang ada di juga
palsu. Ini (SK Pemberhentian) diproses di Pemkab SBB, dan saya pastikan SK itu
Asli. Untuk aspirasi masyarakat desa Loki, akan kami tampung untuk selanjutnya
disampaikan ke Bupati SBB. Pengangkatan dan pemberhentian penjabat Desa itu
merupakan hak prerogative Bupati. Kita tunggu saja, ” jelas Timisela.
Sedangkan
Fransiyane Maria Puttileihalat yang juga mewakili Pemkab SBB mengapresiasi sikap
kritis Mahasiswa sebagai kaum intelektual yang mendampingi masyarakat desa Loki
dalam menyampaikan aspirasinya. 
“Marilah kita sampaikan aspirasi sesuai koridor. Pemerintahan ini diatur oleh
undang undang. Kita akan sampaikan aspirasi masyarakat desa Loki ke Bupati. Dan
keputusan mengenai pergantian itu berpulang ke Bupati SBB. Kalau dugaan terkait
dengan penyelewengan dana Desa dan Anggaran Dana Desa itu akan ada tim audit
yang turun untuk mengaudit, kita tunggu apa yang nantinya diintruksikan Bupati.
Bupati sementara  berada di luar daerah, “ kata Puttileihalat.
Sebelumnya,
aksi unjuk rasa masyarakat Desa Loki akan diisi dengan prosesi adat tarian
Cakalele, namun prosesi adat itu diurungkan setelah 10 buah parang dan 2 buah
tombak diamankan oleh Polres SBB.(MP/10)

Pos terkait