Ambon, Maluku Post.com – Bupati Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, Mukti Keliobas memantau gempa tektonik berkekuatan 5,8 Skala Richter (SR) yang mengguncang Kabupaten setempat, Sabtu, sekitar pukul 18.15 WIT.
“Saya sedang berada di Jakarta dalam rangka urusan dinas. Namun, setelah mendengar ada gempa mengguncang SBT, maka mengkonfirmasi ke berbagai pihak di sana,” katanya saat dihubungi dari Ambon, Sabtu (19/3) malam.
Dia mengemukakan, masyarakat di SBT menyatakan tidak merasakan guncangan gempa. “Kemungkinan pusat gempa yang berada di laut itu jaraknya jauh sehingga guncangannya tidak dirasakan masyarakat,” ujar Bupati.
Hanya saja, dia mengarahkan SKPD teknis agar intensif memantau kemungkinan terjadi gempa susulan dan dampaknya.
“Gempa kan tidak bisa diprakirakan guncangannya sehingga harus diwaspadai,” ujarnya.
Data yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika(BMKG) Ambon menyebutkan episentrum gempa berada 5.57 Lintang Selatan dan 129.46 Bujur Timur dengan kedalaman 255 kilometer di bawah permukaan laut.
Lokasi gempa berada di 253 km Barat Daya Kabupaten SBT dan tidak berpotensi terjadi gelombang pasang (tsunami).
Provinsi Maluku merupakan salah satu daerah rawan gempa dan tsunami karena terletak pada pertemuan tiga lempeng besar, yakni Pasifik, Indo Australia, dan Eurasia.
Lempeng Indo Australia yang masuk ke bawah lempeng Eurasia bertemu dengan Lempeng Pasifik, sehingga mengakibatkan patahan yang tidak beraturan. (MP-3)


