Ambon, Maluku Post.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan mengumumkan seleksi terbuka calon kepala sekolah (Kepsek) pada akhir Maret 2016.
“Kita akan mengumumkan hasil tes akademik 79 calon Kepsek tingkat Sekolah Dasar (SD) yang telah mengikuti seleksi pada Februari 2016,” kata Kepala Badan Kepegawaian Kota (BKK) Ambon, Benny Selanno, Selasa (29/3).
Ia mengatakan, seleksi terbuka calon Kepsek dilakukan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepala Sekolah (LP2KS) Solo, sebagai upaya menghasilkan Kepsek berkualitas dan menghindari sistem nepotisme karena seleksi dilakukan secara murni.
“Hasil seleksi belum diserahkan ke Pemkot Ambon sehingga belum bisa diumumkan ke publik. Kita berharap dalam waktu dekat setelah hasil diterima akan segara diumumkan,” katanya.
Menurut Benny, para calon Kepsek telah menjalani rangkaian seleksi yakni administrasi, tes lisan dan tertulis, serta wawancara berdasarkan kompetensi.
“Tes akademik dan administrasi dilakukan sebagai upaya mengedepankan proses seleksi karena mekanismenya terbuka untuk seluruh guru yang telah memenuhi persyaratan sebagai calon Kepsek,” katanya.
Diakuinya, seleksi ini terbuka kepada seluruh guru yang memenuhi persyaratan, karena itu para Kepsek yang masih menjabat diimbau untuk tidak menghambat para guru yang akan mengikuti tes.
“Kedepan jika ada Kepsek yang menghambat,maka tidak segan- segan untuk melakukan tindakan tegas, karena masa depan guru bukan kepentingan Kepsek,” ujarnya.
Setelah dinyatakan lulus tes akademik, kata Benny, para calon kepsek akan melanjutkan ke tahap selanjutnya yakni, seleksi sertifikasi dan tahap terakhir mengikuti diklat.
Saat ini telah sampai pada tahap kedua, sehingga belum diketahui calon kepsek mana saja yang dinyatakan lulus dan mana gugur.
“Kita berharap para calon kepsek untuk bersabar menunggu keputusan hasil seleksi akademis,” katanya.
Ditambahkannya, Pemkot Ambon akan terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas hidup sumber daya manusia di sektor pendidikan.
“Segala bentuk terobosan harus dilakukan agar kita mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia. Kedepan di era digital kecenderungan bukan kekuatan fisik maupun otot, tapi otak yang menjadi kekuatan kita,” tandasnya. (MP-5)


