Ambon, Maluku Post.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku melakukan Pertukaran uang lusuh ke sejumlah pulau terluar di wilayah Maluku dengan transaksi mencapai Rp3 miliar.
“Transaksi uang lusuh itu menjangkau dusun Ustutun,di Pulau Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD),” kata Deputy Perwakilan BI Maluku, Joko Triono di Ambon, Minggu (3/4/2016).
Kabupaten MBD secara geografis bertetangga dengan Timor Leste.
Pertukaran uang lusuh sejak 28 Maret hingga 2 April 2016 itu juga menjangkau masyarakat di pulau Teon,Nila dan Serua (TNS), Kabupaten Maluku Tengah.
Joko menjelaskan, BI sebagai bank yang melakukan distribusi dan mengedarkan uang rupiah tetap berusaha dan berupaya agar seluruh masyarakat bisa mendapatkan uang yang layak edar.
Karena itu, ekspedisi BI Perwakilan Maluku ke pulau – pulau perbatasan yang dipimpinnya itu dalam upaya menjangkau daerah-daerah terpencil atau pulau terluar di Maluku guna memenuhi kebutuhan masyarakat setempat terhadap uang rupiah yang layak edar.
“BI juga memiliki tugas untuk menjaga dan mencapai kestabilan rupiah. Salah satu kebijakan itu adalah melalui penyelenggaraan dan pengawasan penggunaan uang rupiah sesuai kebutuhan ekonomi,” ujarnya.
Karena itu, lanjutnya, BI melaksanakan ekspedisi ini untuk menjaga dan mencapai kestabilan rupiah yang dilakukan di wilayah kerja BI baik di perkotaan maupun di daerah terpencil.
Dia mengatakan, ekspedisi ini juga penting dilakukan agar masyarakat yang bermukim di pulau-pulau terluar seperti Wetar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Timor Leste tetap mengunakan uang rupiah sebagai alat pembayaran dalam bertransaksi sah.
Joko mengatakan selama kegiatan ekspedisi BI belum menemukan adanya penggunaan mata uang asing dalam bertransaksi antar masyarakat yang ada di sana.
Oleh sebab itu BI berupaya agar masyarakat tetap mengunakan rupiah saat bertransaksi.
“Jadi ekspedisi ini bukan saja berpusat pada kegiatan pertukaran uang lusuh saja, tetapi dengan harapan masyarakat yang ada di perbatasan tetap mengunakan uang rupiah sebagai alat pembayaran dalam bertransaksi yang sah sebagai warga negara Indonesia,” tandas Joko.
Tim ekspedisi BI menjadwalkan menyinggahi 15 pulau terluar di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) maupun MBD. (MP-2)


