Ambon, Maluku Post.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memprioritaskan empat program unggulan pada tahun anggaran 2016 guna mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.
“Empat program prioritas tersebut yakni di bidang lingkungan hidup, kesehatan, penduduk miskin serta pembangunan terminal transit di desa Passo kecamatan Baguala, “kata Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy saat penyampaian Laporan keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2015, di Ambon, kamis (14/4).
Menurut dia, permasalahan lingkungan hidup dan tata ruang seperti sampah, penurunan debit air, kawasan rawan bencana longsor dan banjir saat musim hujan merupakan program penanganan prioritas.
Selain itu lahan kritis di kawasan hutan serta hutan lindung, perambahan pemukiman di kawasan penyangga, pemukiman dengan sanitasi yang buruk, serta pencemaran pesisir dan teluk.
“Masalah lingkungan merupakan prioritas penanganan untuk diselesaikan secara berkelanjutan, karena lingkungan merupakan faktor utama jika tidak ditangani akan membawa dampak buruk,” katanya.
Richard mengatakan, penduduk miskin kota Ambon tahun 2015 sebanyak 16.890 jiwa atau 4,23 persen. Jumlah dan presentasi tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2013 sebanyak 16.900 atau 4,42 persen.
“Walaupun jumlah dan presentase penduduk miskin semakin menurun, tetapi masalah kemiskinan tetap harus menjadi perhatian untuk diselesaikan melalui program pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan,” ujarnya.
Selain itu lanjutnya pemberantasan penyakit menular seperti malaria dan HIV/AIDS tetap menjadi perhatian khusus.
Penyakit HIV/AIDS di Ambon menunjukan kecenderungan meningkat setiap tahun, sehingga menjadi perhatian bersama, khususnya generasi muda.
Prioritas selanjutnya adalah pembangunan terminal transit Passo yang hingga saat ini belum selesai pembangunan.
Pembangunan terminal transit Passo dilaksanakan sejak 2007 dengan anggaran sebesar Rp75 miliar, tetapi yang terealisasi baru Rp35 miliar.
Hingga saat ini telah terealisasi sebesar Rp. 35 milyar, untuk tiga tahap pembangunan. Tahap pertama 2007 sebesar Rp7 miliar, tahap II 2008 sebesar Rp12 miliar, dan tahap ke III 2009 sebesar Rp15 miliar,” katanya.
Pembangunan tahap IV pada 2010 sebesar Rp21 miliar untuk penyelesaian gedung A belum dapat diwujudkan, karena Pemkot mengalami defisit anggaran dan terpaksa menghentikan pembangunannya.
Prioritas pembangunan lainnya selain terminal transit Passo yakni rencana pembangunan jalan lingkar selatan yang diharapkan dapat dilaksanakan di tahun anggaran 2016. (MP-8)


