Ambon, Maluku Post.com – Setelah pembongkaran tower crane dan pembuatan marka jalan serta rambu lalu lintas, Jembatan Merah Putih (JMP) akan kembali dibuka untuk umum terkhususnya kendaraan roda dua dan roda empat.
Dibukanya kembali JMP, tentu berdampak pada transportasi penyeberangan Galala-Poka yang sudah bertahun-tahun melayani masyarakat kota Ambon. Hal ini bisa terlihat, pasca diresmikan dan dibuka JMP, tidak ada lagi aktivitas feri penyeberangan tersebut.
Menindaklanjuti hal ini, Pemerintah Provinsi Maluku merencanakan untuk mengalihkan feri Galala-Poka ke sejumlah rute penyeberangan lainnya, salah satunya melayari Waai – Saparua, Kabupaten Maluku Tengah.
“Kami sudah merencanakan agar Feri yang selama ini melayari Poka – Galala dialihkan untuk melayari Waai – Saparua, yang diharapkan dapat membantu masyarakat Saparua dalam kebutuhan transportasi,”ujar Kepala Dinas Perhubungan Maluku, Beny Gasper, di Ambon, Jumat (8/4).
Sementara itu, kata Gaspersz KM Gabus rencananya akan dipakai untuk mendukung pariwisata di dalam teluk Ambon. Mengingat kondisi feri KM Gabus sudah tidak layak lagi melayari antar pulau.
Ditempat yang berbeda, Kepala PD Panca Karya, Afras Pattisahusiwa, mengakui dengan kehadiran JMP membuat pendapatan transportasi penyeberangan feri mengalami penurunan, yang tentunya juga berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Pasca dibuka JMP, aktivitas penyeberangan Poka-Galala mati total dan kerugian mencapai Rp. 13 juta/hari,” ungkapnya . (MP-7)


