Ambon, Maluku Post.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Maluku mulai mengoperasikan lima unit Bus Rapid Transit (BRT) bantuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Kota Ambon.
Peresmian operasional lima unit BRT tersebut dilakukan Gubernur, Maluku Said Assagaff, bersamaan dengan penggunaan kantor Dishud Maluku yang baru selesai dibangun, di Ambon, Senin (25/4).
Kepala Dishub Maluku, Benny Gaspersz, mengatakan lima unit BRT tersebut merupakan bagian dari 1.240 bus bantuan Kemenhub ke sejumlah pemerintah daerah dan dua Badan Usaha Milik negara (BUMN) bidang transportasi, yakni Perum Damri dan Perum Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD).
Lima unit BRT tersebut dioperasikan pada koridor I yakni rute Kota Ambon hingga desa Hatu, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah.
“Operasinya pada koridor I karena ruas jalannya lebih lebar dan memungkinkan untuk operasional bus besar seperti BRT serta tidak mengganggu kendaraan lainnya,” katanya.
Dia mengakui, tarif yang dikenakan untuk angkutan BRT sangat kompetitif dan terjangkau masyarakat, terutama masyarakat kecil.
“Tarifnya sangat kompetitif terutama untuk masyarakat golongan ekonomi lemah. Pengelolaannya akan dipercayakan kepada Perusahaan Daerah (PD) Panca Karya yang merupakan badan usaha milik daerah,” katanya.
Gubernur Said Assagaff berharap pengoperasian lima BRT bantuan Kemenhub tersebut dapat mempercepat akses transportasi dalam kota menuju luar Pulau Ambon maupun sebaliknya.
“Saya berharap pengoperasian lima unit BRT ini berdampak terhadap percepatan arus transportasi masyarakat dari dan keluar Kota Ambon dan operasionalnya dapat terjangkau oleh seluruh komponen masyarakat,” katanya.
Bantuan sarana transportasi tersebut juga diharapkan dapat mempercepat jarak tempuh, sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam menempuh perjalanan ke berbagai wilayah.
Gubernur menandaskan, Kementerian Perhubungan juga telah menyanggupi pemberian sejumlah sarana dan prasarana transportasi ke Maluku pada tahun 2016, diantaranya 10 unit kapal Rede, dari 20 unit yang sedang dikerjakan.
“Ke depan masalah transportasi di Maluku yang kondisi geografisnya terdiri dari ribuan pulau akan semakin teratasi seiring dengan perhatian pemerintah Pusat dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo melalui program pembangunan Indonesia dari wilayah pinggiran,” katanya.
Selain lima unit BRT, Pemprov Maluku juga memperoleh bantuan empat unit bus angkutan perintis, sedangkan kantor Dishub Maluku yang juga diresmikan Gubernur Said dibangun bertahap sejak sejak tahun 2010, menghabiskan anggaran sebesar Rp18,3 miliar. (MP-6)


