Pemkab MBD Minta Operasionalkan Unit Bank

Tiakur, Maluku Post.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) meminta kepada Pimpinan PT. Bank Maluku dan Maluku Utara mengoperasikan unit BUMD itu dengan menaikkan status kas di Tiakur, ibu kota Kabupaten setempat.

“Kami menginginkan agar perputaran uang di MTB lebuh lancar, makanya saatnya mengoperasikan unit PT. Bank Maluku dan Maluku Utara,” kata Asisten II Pemkab MBD, Otniel Saununu, di Tiakur, Minggu (3/4/2016).

Dia mengemukakan, permintaan tersebut telah disampaikan kepada tim BI Perwakilan Maluku yang melakukan sosialisasi di Tiakur pada 1 April 2016.

Sosialisasi dengan thema “BI mengajar cinta dan kerja untuk negeri”.

“Saya menyampaikan permintaan itu dengan memanfaatkan pelaksanaan sosialisasi yang dilakukan BI Perwakilan Maluku,” ujar Otniel.

Dia mengapresiasi keseriusan Deputi BI Perwakilan Maluku, Joko Triono yang berjanji menindaklanjuti keluhan tersebut yang akan disampaikan kepada direksi PT. Bank Maluku dan Maluku Utara.

“Bila perlu menaikkan status kas yang ada di Tiakur menjadi Cabang, lanjutnya, agar bisa menjawab kebutuhan baik, pemerintah setempat maupun pihak ketiga dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur di daerah ini,” kata Otniel.

Dia mengakui, status kas PT. Bank Maluku dan Maluku Utara itu kurang mampu melayani permintaan.

“Jadi kalau kita membutuhkan dana yang besar, maka kas atau unit yang ada tidak mampu melayani permintaan, baik Pemkab MTB maupun pihak ketiga,” tandas Otniel.

Dia juga menyambut baik program BI Perwakilan Maluku melakukan sosialisasi di sekolah SMA Negeri I Tiakur maupun SMA Negeri I Tepa dan Kisar yakni “BI mengajar cinta dan kerja untuk negeri”.

“Jadi tanggungjawab pendidikan bukan saja pemerintah. Namun, kepentingan semua orang, termasuk pihak swasta atau lembaga-lembaga yang punya kepedulian dalam memikirkan peningkatan mutu pendidikan,” ujar Otniel.

Deputi Perwakilan BI Provinsi Maluku Joko Triono, berjanji akan menyampaikan permintaan ini kepada Pimpinan Perwakilan BI Maluku Wuryanto guna menindaklanjutinya.

“Saya tidak bisa mengambil keputusan, makanya dilaporkan kepada pimpinan agar berkoordinasi dengan Direksi PT. Bank Maluku dan Maluku Utara di Ambon,” tegasnya. (MP-4)

Pos terkait