RSUD Haulussy Krisis Dokter Umum Akibatkan Pelayanan Terhambat

Ambon, Maluku Post.com – Selama ini pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSU) Dr. M. Haulussy Ambon belum dirasakan dengan baik oleh masyarakat. Hal ini terbukti masih belum maksimal pelayanan yang diberikan oleh Bidan dan Dokter, yang bertugas di RS yang mempunyai moto “Kami ada untuk melayani”. Hal ini diakui Direktur RSUD Dr. M. Haulussy Ambon Justini Pawa.di Ambon, (12/4)

Menurutnya, pelayanan yang belum maksimal diakibatkan kurangnya tenaga dokter umum. Apalagi dari 14 dokter umum ada di instansi tersebut, ternyata 10 diantaranya sementara mengikuti sekolah spesialis. sehingga tersisa empat dokter umum, dalam melayani ratusan pasien yang terdaftar di RSU.

“Jika dibandingkan SDM yang ada saat ini tidak seimbang dengan jumlah pasien yang masuk, dimana dalam satu hari rata-rata pasien yang masuk mencapai 50 orang, sedangkan dokter umum yang tersedia empat orang yang bertugas melayani pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan di ruangan,”ucapnya.

Diungkapkan Pawa, bahwa kekurangan tenaga medis karena membuat pihaknya sedikit mengalami keterlambatan dalam melayani pasien, apalagi adanya desakan dari keluarga pasien untuk melayani dengan baik.

“Olehnya itu saya meminta kepedulian dari seluruh pasien untuk memaklumi kekurangan medis yang ada saat ini, ”ucapnya.

Dijelaskan pula, , kedepan pihaknya akan berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien, sesuai visi menjadi RS pilihan yang berkualitas dalam pelayanan, pendidikan, dan penelitian di Provinsi Maluku dan misi memberikan pelayanan kesehatan paripurna yang bermutu sesuai dengan harapan masyarakat. Menjadi wahana pendidikan dan pelatihan di bidang kesehatan untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang profesional dan beretika dan menyelenggarakan penelitian yang berkualitas sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Perlu diketahui, dokter yang ada di RSUD Haulussy Ambon mencapai 56 orang, diantaranya 30 dokter spesialis, 14 dokter umum, dan 10 dokter umum yang sekolah spesialis, 2 dokter gigi. Sedangkan bidan yang ada mencapai 369 orang, tenaga penunjang keperawatan 7 orang dan tenaga non kesehatan 128 orang. (MP-7)

Pos terkait