Bulog Maluku Beli Gabah Pulau Buru

Ambon, Maluku Post.com – Divisi Regional (Divre) Perum Bulog Maluku membeli gabah dari para petani asal Pulau Buru masa panen 2016 sebanyak 200 ton.

“Tahun ini kami sudah berhasil membeli gabah dari para petani sebanyak 200 ton dan sekarang ini sudah mulai dilakukan penggilingan,” kata Kepala Divisi Regional (Divre) Perum Bulog Maluku Faisal Assagaff di Ambon, Rabu (11/5).

Keberhasilan Bulog Maluku membeli gabah dari petani di daerah itu, lanjutnya, atas kerja sama dengan Pemda setempat dan juga berkat sosialisasi yang di lakukan Bulog Maluku selama ini kepada para petani.

Dia mengatakan, apapun alasan Bulog harus berupaya untuk dapat membeli gabah dari petani, kalau tidak mesin penggiling yang sudah di bangun di sana sejak tahun 2006 akan mubazir kalau tidak dipergunakan.

“Jadi sudah 10 tahun mesin tersebut belum pernah digunakan sampai tahun 2016 ini, selama ini hanya biaya operasi untuk menghidupkan mesin saja untuk memanaskan mesin,” katanya.

“Fenomena petani di Pulau Buru itu mereka beranggapan jual beras lebih untung dari pada jual gabah, pada hal sama saja keuntungannya tidak berbeda jauh .

Harga beras yang mereka tawarkan di pasar Pulau Buru Rp8.000/kg, lanjutnya, kepada Bulog Rp7.300/kg ini harga normal untuk Bulog secara nasional, sedangkan harga gabah Rp4.700/kg.

Sedangkan beras yang sudah dibeli Bulog dari petani sebanyak 500 ton, dan kami siap membeli berapapun yang petani mau jual asalkan dengan harga standar.

“Prinsip kita berapa saja yang petani mau jual kepada Bulog tetap akan dibeli sebab Bulog juga sangat membutuhkan beras guna keperluan masyarakat di dua kabupaten yang ada di Pulau Buru yakni Kabupaten Buru dan Buru Selatan (Bursel) sehingga jatah untuk daerah itu tidak perlu lagi di kirim dari Ambon,” ujarnya.

Dia mengatakan, Kabupaten Buru dan Bursel setiap tahun memerlukan beras Bulog sebanyak 3.500 ton dengan demikian kalau tahun ini Bulog berhasil membeli beras dari petani setempat 5.000 ton berarti sudah bisa terjawab kebutuhan di sana dan malahan lebih. (MP-5)

Pos terkait