Ambon, Maluku Post.com – Kebutuhan bahan pokok di Provinsi Maluku masih terkendali, kecuali gula pasir yang mengakibatkan harga naik, kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku Angky Papilaya.
“Harga gula bergerak naik akibat musim penggiling agak bergeser dari biasanya,” katanya di Ambon, Senin (16/5), seusai memberikan sambutan pada kegiatan pasar murah yang dilakukan menjelang perayaan hari raya Waisak 2560 yang jatuh pada tanggal 22 Mei 2016.
Informasinya, kata Angky, di beberapa lokasi penggiling yang ada di Kota Surabaya agak terlambat membuat stok, sehingga di pasar Surabaya juga agak berkurang.
“Hanya saja untuk menjawab kebutuhan akan gula pasir di Maluku melalui Kementerian Perdagangan ada interfensi untuk gula pasir, jadi ada salah satu pengusaha di Kota Ambon yang ditunjuk sebagai pemasok gula guna netralisir harga,” ujarnya.
Dalam beberapa hari ke depan, Disperindag akan memanggil yang bersangkutan guna melakukan penetralisir harga sekaligus melakukan operasi pasar.
Angky mengatakan, nantinya pada tanggal 26 Mei akan masuk di Ambon gula pasir sebanyak dua kontainer atau sebanyak 32 ton, dan setelah tiba di Ambon kita akan bicarakan terkait pasar murah nanti.
“Jadi nantinya Disperindag akan bicarakan dengan pengusaha yang dikirim oleh pihak Kementerian yang namanya pengusaha perdagangan Indonesia, itu yang nantinya kita rapat untuk menjalankan operasi pasar,” ujarnya.
Sedangkan barang kebutuhan lain masih tetap terkendali, mudah-mudahan akan terus bertahan hingga menjelang ibadah puasa masyarakat masih bisa mendapatkan dengan harga yang terjangkau.
Dia menambahkan pasar murah yang dilaksanakan dalam rangka menyambut hari raya Waisak ini dilakukan selama dua hari yakni tanggal 16 dan 17 Mei 2016 dengan menyediakan sejumlah bahan kebutuhan pokok dengan harga murah atau dibawah harga pasar tradisional yang ada di Kota Ambon sekarang ini.
“Seperti misalnya gula pasir di pasar tradisional Ambon Rp17.000 di pasar murah Rp13.000/kg, tepung terigu di pasar tradisional Rp10.000 di pasar murah Rp7.500/kg, minyak goreng Bimoli di pasar tradisional Rp15.000 di pasar murah Rp12.000/kg, telur ayam ras Rp1.500/butir di pasar Ambon di pasar murah Rp1.000/butir,” ujarnya. (MP-4)


