Ambon, Maluku Post.com – Tokoh pemuda Jazirah Leihitu, Isnain Nuhukaly memberikan dukungan moril kepada proses perjuangan pemekaran empat wilayah di Maluku Tengah yang diperjuangkan empat konsorsium di wilayah itu, masing-masing wilayah Leihutu, Lease, Seram Utara dan Kepulauan Banda.
Menurut dia, pemekaran adalah satu-satunya jalan untuk mensejahterakan masyarakat dan harus didukung oleh semua pihak termasuk pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
“Pastinya kita semua tahu bahwa banyak sekali keuntungan yang akan diperoleh masyarakat dengan adanya pemekaran. Salah satunya adalah lapangan kerja bagi putra-putri daerah,” tandas pria yang kini berkarier di birokrasi Sorong serta ikut memperjuangkan pemekaran lima daerah di wilayah itu dalam wawancara bersama di Ambon, Selasa (10/5).
Dikatakan, tak perlu jauh-jauh ke Sorong yang telah melahirkan lima daerah administratif baru yaitu, Kota Sorong sendiri, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Maybrat dan Kabupaten Tambrau.
“Lihat saja anak dari kabupaten Maluku Tengah yang nota bene adalah kabupaten tertua di Maluku. Kabupaten Buru kini sangat maju demikian juga, SBT dan SBB. Perbedaannya sekarang dengan saat belum dimekarkan itu sangat jauh,” kesalnya.
Jebolan magister ilmu pemerintahan di Satya Gama Jakarta ini juga mengatakan, jika dulu tidak ada pemekaran di wilayah-wilayah itu maka tidak mungkin bisa berkembang seperti sekarang.
Isnain mengaku kagum dan bangga dengan tekad dari pejuang-pejuang pemekaran yang tergabung dalam konsorsium karena berjuang dengan modal keberanian dan keinginan kuat untuk menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Saya sangat salud terhadap mereka. Karena itu, ketika dimintai kontribusi pikir, saya selalu siap termasuk memberikan solusi jalan yang harus diambil berdasarkan pengalaman kami dulu-dulu, ketika memekarkan wilayah di Sorong,” pungkasnya.
Keinginan kuat para pejuang ini, lanjut putra Jazirah Leihitu yang merantau ke Papua sejak tahun 1995 ini dikarenakan penderitaan yang dialami masyarakat selama ini.
“Contoh saja di Jazirah Leihitu yang ketika mau mengurus satu surat saja harus menyeberang jauh sampai ke Masohi. Nah inilah yang juga harus dilihat oleh pemerintah sebagai satu persoalan dalam segi pelayanan kepada masyarakat. Jangan dianggap biasa-biasa saja,” ungkap dia dengan nada agak kesal.
Ia juga menilai apa yang dilakukan oleh para pejuang yang tergabung dalam konsorsium ini sudah sangat maksimal, mulai dari pemekaran desa yang kemudian menjadi embrio untuk pemekaran kecamatan dalam memenuhi syarat sebagaimana diamanatkan dalam UU No.23 Tahun 2014.
Hanya saja, ia juga menyarankan agar para pejuang yang tergabung dalam konsorsium agar selalu bisa memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat agar tetap berharap dan bersabar karena pemekaran wilayah-wilayah di Malteng itu sudah menjadi harga mati dan pasti terwujud.
“Sekali lagi, secara pribadi saya berikan apresiasi yang tinggi pada para pejuang ini. Jangan lupa bahwa mereka-mereka akan punya nilai di mata masyarakat. Ada pepatah bilang tidak perlu menjadi orang sukses cukup orang yang bernilai. Itu sangat luar biasa.” pungkasnya. (MP-15)


