![]() |
| Penyair Ambon, Rudi Fofid membaca puisi pada malam renungan 199 tahun Pattimura (foto: ian sanusi) |
Ambon, Maluku Post.com – Para penyair dari Bengkel Sastra Maluku mencanangkan perayaan 200 tahun perjuangan Pahlawan Nasional Pattimura dan kawan-kawan. Pencanangan dilakukan di Workshop Coffee Ambon, Senin (16/5).
Koordinator Bengkel Sastra Maluku Berry Revelino menjelaskan, sejarah Pattimura termasuk asal-usulnya yang beragam tidak mampu dijelaskan secara tuntas oleh para sejarahwan sehingga sering menjadi bahan debat yang tidak pernah selesai. Melalui puisi, dirinya berharap, semua kebesaran Pattimura dan kawan-kawan dalam perjuangannya dapat dipertemukan tanpa harus dipertentangkan.
Pencanangan perayaan 200 Tahun Pattimura dan kawan-kawan ditandai dengan penulisan puisi kolaboratif yang dilakukan para penyair dan warga Ambon pengunjung Workshop Coffee. Para pengunjung diminta menyumbang kata-kata kunci pada dua lembar kertas ukuran dinding.
Kata-kata yang ditulis para pengunjung itu selanjutnya dirangkai oleh penyair Weslly Johannes dan Rudi Fofid, menjadi dua judul puisi bertema Pattimura. Puisi yang ditulis Weslly dan kawan-kawan berjudul Patah Leher, maupun puisi yang ditulis Rudi dan kawan-kawan berjudul Pattimura, selanjutnya dinyatakan sebagai dua puisi pertama dari seribu puisi yang akan diluncurkan dalam antologi puisi Pattimura, tahun depan, bertepatan dengan perayaan 200 tahun Pahlawan Pattimura.
“Kami mengundang para penyair, penyair pemula, calon penyair bahkan bukan penyair, dari anak-anak sekolah dasar sampai para pensiunan, para guru, jurnalis, dan siapa saja untuk ikut menulis dalam buku ini,” kata Rudi Fofid.
Menurut Rudi, angka seribu adalah sebuah angka psikologis sebab Maluku adalah Daerah Seribu Pulau, Pattimura diabadikan dalam lembar uang seribu Rupiah. Selain itu, para penyair Maluku ingin mengekspresikan seribu ide dengan seribu cinta kepada Pattimura dan kawan-kawan, Maluku dan Indonesia.
Selain penulisan puisi kolaboratif sebagai tanda pencanangan perayaan 200 tahun Pattimura, semalam para penyair Ambon seperti Willy Waas, David Leimena, Thia Suitella, Aprilia Leliak, Andrey Fakoubun, Berry Revelino, Weslly Johannes, Rudi Fofid dan para penyair lainnya secara bergantian membaca puisi-puisi bertema perjuangan Pattimura. (OFR)


