Ambon, Maluku Post.com – Pelaksanaan sensus ekonomi (SE) di Provinsi Maluku akan berlangsung sukses kalau semua responden memberikan jawaban yang baik dan benar.
“Itu yang kami sangat harapkan dan akan sukses SE tahun 2016 ini,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Diah Utami di Ambon, Senin (9/5).
Diah mengatakan, sebelum pelaksanaan SE yang sudah berlangsung sejak tanggal 1 Mei dan akan berakhir pada tanggal 31 Mei 2016, BPS Maluku sudah melakukan sosialisasi baik kepada pemerintah maupun masyarakat.
Sosialisasi antara lain dilakukan dengan pemasangan baliho di lokasi-lokasi strategis, juga memenuhi permintaan wawancara terbuka di TVRI stasiun Ambon dan RRI Stasiun Regional I Ambon.
“Selain itu juga ada kegiatan pelatihan bagi para petugas lapangan,” kata Diah.
“Pada pembukaan kegiatan SE tanggal 1 Mei itu Saya juga turut bersama dengan taman-teman petugas melakukan pendataan ke Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku,” katanya lagi.
Menurut dia, kegiatan yang sama dilakukan para petugas sensus di kabupaten/kota di provinsi ini.
Dengan pendataan para pejabat baik wali kota dan wakil wali kota serta bupati dan wakil bupati dan lainnya, akan memotivasi masyarakat dan responden untuk mendukung SE dengan memberikan jawaban yang baik dan benar.
Diah menjelaskan, petugas pencacah yang bertugas di Maluku sebanyak 1.682 orang, tersebar di seluruh kabupaten dan kota daerah ini.
Petugas terbanyak di Kota Ambon yakni 485 orang, mengingat banyak perusahaan yang beroperasi di ibu kota Maluku ini, disusul Kabupaten Maluku Tengah.
“Kami berharap para responden, terutama pelaku usaha, memberikan jawaban yang tepat dan benar, dan tidak perlu khawatir karena semua jawaban akan dirahasiakan” katanya.
BPS pada tahun ini hanya ingin mendapatkan gambaran kondisi perusahaan dan pencacahan lebih terperinci akan dilakukan pada 2017.
“SE tahun 2016 ini hanya mendata keberadaan usaha dari perusahaan. Secara khusus, yang sering terlewatkan, adalah kaki lima dan online yang pendekatannya ke rumah tangga,” kata Diah.
Ia menambahkan, petugas sensus akan masuk ke semua rumah tangga dan tempat usaha, khususnya di daerah konsentrasi (banyak perusahaan).
Sedangkan di daerah terpencil hanya akan dilakukan survei dan pengambilan sampel.
Ditanya terkait pelaksanaan yang berlangsung dari tanggal 1 Mei sampai hari ini tanggal 9 Mei 2016 kendala apa saja yang dihadapi, Diah mengatakan umumnya calon responden tidak mau ditemui oleh petugas lapangan.
“Karena itu kami selalu mengingatkan teman-teman di lapangan agar selalu menyiapkan atribut sebagai petugas, dan selalu rapi agar responden tidak takut untuk menerima mereka,” ujarnya. (MP-3)


