Hal Ini Yang Menyebabkan Maluku Tidak Dikirim Daging Impor

Ambon, Maluku Post.com - Provinsi Maluku kemungkinan tidak akan dikirimi daging impor sebab stok komoditas tersebut di sentra-sentra produksi lokal mencukupi kebutuhan untuk perayaan Idul Fitri 1437 H/2016 M, kata Kabid Pelayanan Publik Devisi Regional Perum Bulog Maluku Kadir Koso. Maluku belum kebagian daging impor. Kemungkinan besar juga tidak akan dapat kiriman sebab stok daging sapi untuk Maluku sekarang ini cukup banyak di Pulau Buru maupun di Pulau Seram," katanya di Ambon, Rabu (29/6). Dia mengatakan, stok daging sapi di Maluku dari tahun ke tahun selalu memenuhi permintaan masyarakat pada saat menjelang hari-hari besar keagamaan maupun hari-hari biasa. "Malahan harga daging sapi di pasar tradisional Kota Ambon masih tetap normal yakni Rp90.000/kg, berbeda (relatif lebih murah) dibandingkan dengan kota-kota besar di Pulau Jawa," ujarnya. Karena itu, lanjutnya, untuk menghadapi Idul Fitri tahun 2016 hampir dipastikan Maluku tidak kebagian daging impor. Di Pasar Mardika dan Batumerah, Rabu, pedagang daging sapi segar masih mempertahankan harga lama yakni Rp90.000/kg karena tidak terjadi kelangkaan. "Belum terjadi perubahan harga daging sapi, sebab stok cukup banyak dan permintaan biasa-biasa saja, belum berlebihan," kata Nadsir, pedagang sapi segar Pasar Mardika. Dia mengatakan, masyarakat yang datang membeli daging sapi segar lebih banyak memilih jeroan meskipun harganya sama dengan daging biasa yakni Rp90.000/kg. Sedangkan jeroan berupa babat dan usus dijual Rp25.000/kg, tetelan Rp40.000/kg, dan eceran Rp5.000/tumpuk kecil. (MP-5)

Ambon, Maluku Post.com – Provinsi Maluku kemungkinan tidak akan dikirimi daging impor sebab stok komoditas tersebut di sentra-sentra produksi lokal mencukupi kebutuhan untuk perayaan Idul Fitri 1437 H/2016 M, kata Kabid Pelayanan Publik Devisi Regional Perum Bulog Maluku Kadir Koso.

Maluku belum kebagian daging impor. Kemungkinan besar juga tidak akan dapat kiriman sebab stok daging sapi untuk Maluku sekarang ini cukup banyak di Pulau Buru maupun di Pulau Seram,” katanya di Ambon, Rabu (29/6).

Dia mengatakan, stok daging sapi di Maluku dari tahun ke tahun selalu memenuhi permintaan masyarakat pada saat menjelang hari-hari besar keagamaan maupun hari-hari biasa.

“Malahan harga daging sapi di pasar tradisional Kota Ambon masih tetap normal yakni Rp90.000/kg, berbeda (relatif lebih murah) dibandingkan dengan kota-kota besar di Pulau Jawa,” ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, untuk menghadapi Idul Fitri tahun 2016 hampir dipastikan Maluku tidak kebagian daging impor.

Di Pasar Mardika dan Batumerah, Rabu, pedagang daging sapi segar masih mempertahankan harga lama yakni Rp90.000/kg karena tidak terjadi kelangkaan.

“Belum terjadi perubahan harga daging sapi, sebab stok cukup banyak dan permintaan biasa-biasa saja, belum berlebihan,” kata Nadsir, pedagang sapi segar Pasar Mardika.

Dia mengatakan, masyarakat yang datang membeli daging sapi segar lebih banyak memilih jeroan meskipun harganya sama dengan daging biasa yakni Rp90.000/kg.

Sedangkan jeroan berupa babat dan usus dijual Rp25.000/kg, tetelan Rp40.000/kg, dan eceran Rp5.000/tumpuk kecil. (MP-5)

Pos terkait