Welerubun: BK DPRD Akan Difungsikan Untuk Memproses Anggota Yang Absensi
Langgur, Maluku Post.com – Kehadiran anggota legislatif sangat minim setiap kali pelaksanaan rapat paripurna dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) kabupaten Maluku Tenggara (Malra), terkait dengan hal itu, Ketua DPRD setempat, S. Thedeus Welerubun di Langgur, Jumat (15/7) mengatakan sebagai pimpinan dirinya sudah melakukan langkah-langkah persuasif terhadap anggota DPRD yang absensi.
“Sebagai pimpinan DPRD dan Ketua DPRD, kami sudah melakukan langkah-langkah persuasif terhadap para anggota DPRD yang absensi terhadap seluruh kegiatan DPRD, namun sampai dengan hari ini masih juga ada yang absensi,” ungkapnya
Menurut Welerubun, para anggota DPRD Maluku Tenggara yang absensi karena alasan tertentu tapi tidak dikonfirmasikan baik secara lisan maupun tertulis.
“Nanti setelah persidangan barulah kami diberi tahu alasan ini dan alasan itu atas ketidakhadiran mereka,” sesalnya.
Welerubun menegaskan, kedepan nanti pihaknya akan memfungsikan Badan Kehormatan (BK) DPRD untuk nantinya memproses para anggota DPRD yang absensi.
Masyarakat Malra Kecam
Akibat ulah bermalas-malasan dalam mengikuti sejumlah rapat-rapat termasuk paripurna, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara menuai kritikan bahkan dikecam dari sejumlah masyarakat.
“Ini sangat memprihatinkan dan patut diragukan kinerja, kapabilitas, kemampuan bahkan kontribusi mereka sebagai wakil rakyat yang terhormat di Gedung Rakyat”, ujar Shanty R, salah seorang mahasiswi perguruan tinggi di Langgur.
Sementara itu, salah seorang pegawai pada salah satu SKPD mengatakan bahwa anggota DPRD Maluku Tenggara yang malas ikut rapat sangat memalukan dirinya, keluarganya bahkan partai politik yang mengusungnya.
Lain halnya, Ibu Irma S, pemilik kios di pasar langgur mengatakan sekalipun dirinya hanya penjual di pasar, tapi dirinya sudah tahu dan hafal dengan benar mana bapak-bapak Dewan yang malas ikut rapat dan bapak-bapak Dewan yang lihat kepentingan rakyat.
“kami biar penghasilan pas-pasan tapi itu hasil keringat kami, tapi bapak-bapak dewan yang pemalas-pemalas ikut rapat dan tidak membela kepentingan rakyat hanya makan uang rakyat saja,” kesalnya.
Alexsander, salah seorang tokoh pemuda di Langgur, mengatakan anggota DPRD yang tipe itu menandakan bahwa tidak menghargai dan menghormati Pimpinan DPRD Maluku Tenggara, selain itu juga telah mencoreng nama baik keluarga, marga, kampung dan tentunya Partai Politik yang menjadi kiblatnya.
“Sudah malas ikut paripurna tapi nanti terima gaji dan tunjangan-tunjangan utuh, sedangkan kepentingan masyarakat tidak diperhatikan,” tandasnya.
Untuk diketahui bahwa pada Paripurna DPRD Maluku Tenggara terkait Pidato Pengantar Bupati Maluku Tenggara Terhadap APBD Tahun 2015 beberapa waktu lalu, ternyata dari 25 Anggota DPRD Maluku Tenggara hanya 15 orang anggota menghadiri paripurna tersebut. (MP-15)


