DKP Ambon Perkenalkan Produk Unggulan Perikanan

Ambon, Maluku Post.com - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Ambon memperkenalkan produk unggulan perikanan melalui kegiatan "Branding Produk" yang akan dilaksanakan 28 Juli 2016. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Ambon, Fernanda Louhenapessy menyatakan pengembangan kegiatan pembangunan masyarakat pesisir akan dilakukan melalui pemasaran produk "Branding Produk" perikanan. "Pengenalan produk akan kita kemas dalam sejumlah kegiatan bagi para nelayan seperti pameran, seminar serta penyerahan bantuan dari Coastal Community Development Project (CCDP) IFAD," katanya di Ambon, Rabu (20/7). Dikatakannya, keberagaman sumberdaya lingkungan laut dan sosial budaya masyarakat yang terdiri dari masyarakat miskin tetapi memiliki sumberdaya yang potensial dan akses terhadap pasar. "Keberagaman sumberdaya dan potensi yang dimiliki jika tidak dikembangkan dan dipasarkan tidak memberikan peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat di pulau pesisir, karena itu melalui kegiatan ini kelompok nelayan dapat memasarkan hasil perikanan," katanya. Menurut dia, jenis produk yang akan dipasarkan dengan nama lokal "satu garam pati" berupa produk unggulan ikan asap cair, bakso tuna dan pepes tuna. Dicontohkannya, produk tuna asap cair telah dipromosikan hingga ke tingkat Asia bahkan ke negeri Belanda dan mendapat respon positif. "Pengolahan ikan asap cair kita bekerja sama dengan Fakultas Perikanan Universitas Pattimura (Unpati) dan juga balai pendidikan dan pelatihan Ambon, kita berharap kelompok nelayan dapat dibantu untuk dilatih pengolahan dan produksi," ujar Fernanda. Diakuinya, kegiatan pemasaran produk akan menggunakan label Ambon untuk mempromosikan produk kepada mitra usaha yang ada di kota Ambon. Kelompok usaha juga akan menawarkan produk olahan menggunakan mobil pemasaran dalam pameran kecil kepada mitra usaha yang telah bekerja sama dengan Pemkot Ambon. "Ada sejumlah mitra yang akan kita undang seperti mitra dalam pengelolaan colstoage, fish shop, sarana promosi non konsumsi, coldroom, SPDN, rumah kemasan, rumah produksi, kedai pesisir, semuanya akan diundang," tandas Fernanda. (MP-3)

Ambon, Maluku Post.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Ambon memperkenalkan produk unggulan perikanan melalui kegiatan “Branding Produk” yang akan dilaksanakan 28 Juli 2016.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Ambon, Fernanda Louhenapessy menyatakan pengembangan kegiatan pembangunan masyarakat pesisir akan dilakukan melalui pemasaran produk “Branding Produk” perikanan.

“Pengenalan produk akan kita kemas dalam sejumlah kegiatan bagi para nelayan seperti pameran, seminar serta penyerahan bantuan dari Coastal Community Development Project (CCDP) IFAD,” katanya di Ambon, Rabu (20/7).

Dikatakannya, keberagaman sumberdaya lingkungan laut dan sosial budaya masyarakat yang terdiri dari masyarakat miskin tetapi memiliki sumberdaya yang potensial dan akses terhadap pasar.

“Keberagaman sumberdaya dan potensi yang dimiliki jika tidak dikembangkan dan dipasarkan tidak memberikan peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat di pulau pesisir, karena itu melalui kegiatan ini kelompok nelayan dapat memasarkan hasil perikanan,” katanya.

Menurut dia, jenis produk yang akan dipasarkan dengan nama lokal “satu garam pati” berupa produk unggulan ikan asap cair, bakso tuna dan pepes tuna.

Dicontohkannya, produk tuna asap cair telah dipromosikan hingga ke tingkat Asia bahkan ke negeri Belanda dan mendapat respon positif.

“Pengolahan ikan asap cair kita bekerja sama dengan Fakultas Perikanan Universitas Pattimura (Unpati) dan juga balai pendidikan dan pelatihan Ambon, kita berharap kelompok nelayan dapat dibantu untuk dilatih pengolahan dan produksi,” ujar Fernanda.

Diakuinya, kegiatan pemasaran produk akan menggunakan label Ambon untuk mempromosikan produk kepada mitra usaha yang ada di kota Ambon.

Kelompok usaha juga akan menawarkan produk olahan menggunakan mobil pemasaran dalam pameran kecil kepada mitra usaha yang telah bekerja sama dengan Pemkot Ambon.

“Ada sejumlah mitra yang akan kita undang seperti mitra dalam pengelolaan colstoage, fish shop, sarana promosi non konsumsi, coldroom, SPDN, rumah kemasan, rumah produksi, kedai pesisir, semuanya akan diundang,” tandas Fernanda. (MP-3)

Pos terkait