Dobo, Malukupost.com – Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, Johan Gonga meresmikan pasar rakyat “Jargaria” di Dobo, Kamis (17/11), dalam sambutannya dikatakan Dengan adanya pasar maka akan terjadi akomodasi dan dinamika perekonomian suatu daerah secara teoritis semakin baiknya pertumbuhan ekonomi suatu daerah maka semakin mendorong keinginan dan kemampuan orang untuk berusaha.
“Kondisi ini sudah tentu diperlukan ketersediaan infrastruktur pasar sebagai sarana untuk mengakomodasi interaksi dan dinamika perekonomian yang harus meningkat. Secara kasat mata dapat kita lihat bahwa masih banyak para pedagang atau penjual hasil bumi maupun kelontongan kurang lebih 394 orang masih memanfaatkan emperan toko/pinggiran jalan, atas jembatan maupun lokasi dermaga ferry untuk menjejalkan barang dagangannya,” ujarnya.
Menurutnya, Ini suatu realita yang kedepannya menjadi tanggungjawab Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru untuk secara bertahap dan disesuaikan dengan Keuangan Daerah untuk menyediakan tempat atau Pasar yang layak bagi para pedagang.
“Peresmian pasar rakyat “Jargaria” ini merupakan komitmen Pemerintah Daerah untuk selalu peka dan peduli mengatasi persoalan keterbatasan sarana Pasar dimaksud. Diharapkan lokal pasar ini dimanfaatkan dan pasar mempunyai kaitan yang sangat erat dengan kegiatan Ekonomi masyarakat, baik produksi, distribusi maupun konsumsi,” ungkapnya.
Gonga katakan, pasar dapat diartikan sebagai arena distribusi atau pertukaran barang dimana pembeli dan penjual bertemu. Untuk itu Pasar masih menjadi wadah utama untuk menjual bahan kebutuhan pokok yang dihasilkan oleh para pelaku ekonomi berskala menengah, kecil dan mikro.
Dijelaskan Gonga, mengingat perannya yang sangat strategis ditambah dengan permasalahan dan tantangan yang ada, maka keberpihakan Pemerintah dalam pemberdayaan pasar diharapkan dapat memperlancar distribusi bahan pokok, barang penting maupun barang strategis lainnya. Dan dapat menciptakan kestabilan harga dan menekan laju inflasi serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kita sadari bahwa, dinamika pembangunan ekonomi kedepan memerlukan ketersediaan pasar sebagai media atau wadah transaksi, untuk itu ketersediaan sarana dan prasarana Pasar ini merupakan suatu kepatutan dan salah satu indikator keberhasilan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.
Gonga menambahkan, salah satu visi-misi Bupati dan Wakil Bupati periode 2016-2021 menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi kerakyatan, dimana infrastruktur Pasar menjadi salah satu prioritas pembangunan lima (5) tahun kedepan. Hal ini dimaksudkan agar pelaku ekonomi kerakyatan dapat memperoleh tempat usaha yang layak.
“Kedepan akan dikembangkan pusat-pusat pertumbuhan dan pengembangan kawasan cepat tumbuh berdasarkan keunggulan spesial dan potensi lokal sehingga akan terjadi penyebaran aktivitas ekonomi produktif diwilayah-wilayah tersebut,” tegasnya.
Diungkapkan Gonga, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kepulauan Aru pada tahun 2014 sebesar 6,84% atau naik sebesar 0,96% dari tahun 2013 sebesar 5,88%, yang mana merupakan interaksi dari sembilan (9) sektor produksi diatas, dan pertanian dalam arti luas menyumbang sebesar 58,65%. Sedangkan sektor perdagangan secara khusus menyumbang sebesar 6,91% dengan laju pertumbuhan 7,50%.
“Selain pertumbuhan ekonomi yang cukup baik,pendapatan perkapita masyarakat sebagai indikator ekonomi sekaligus indikator kesejahteraan rakyat menunjukan peningkatan yang cukup signifikan,” pungkasnya sembari menambahkan Pendapatan perkapita masyarakat menurut harga konstan tahun 2014 sebesar Rp. 2.375,47 dibandingkan pada tahun 2013 sebesar Rp. 2.082,89 maka terjadi kenaikan sebesar 12.87%. Ini pertanda bahwa secara umum fundamental Ekonomi Kabupaten Kepulauan Aru menunjukan trend yang terus meningkat. (MP-16)


