Ambon, Malukupost.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku memastikan inflasi di bulan Juli 2017 di Provinsi Maluku bergerak naik, setelah melewati bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
“Jadi memang secara musiman semua daerah pasti bergerak naik termasuk Maluku yang melewati momen-momen itu,” kata Kepala Tim Advisori dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku Andy Setyo Biwado di Ambon, Kamis (27/7).
Andy mengatakan, inflasi di Maluku bukan saja karena Ramadhan dan Idul Fitri tetapi juga mengalami musim yang kurang mendukung.
“Terjadi hujan terus menerus sepanjang hari menyebabkan ladang-ladang hortikultura terutama tanaman sayuran banyak yang rusak akibat banjir sehingga pasokan sayuran menjadi berkurang, malahan sampai sekarang ini masih terus turun hujan” ujarnya.
Sementara pasokan yang datang dari luar seperti Makasar maupun Surabaya, katanya, selalu terhambat akibat masalah transportasi.
“Jadi kalau stok berkurang akibat dari arus pasok berkurang mengakibatkan perubahan harga naik,” ujarnya.
Demikian juga dengan harga ikan yang terus naik, lanjutnya, karena sebagian besar nelayan tidak berani melaut dikarenakan musim ombak dan gelombang, pasti mereka takut mengakibatkan pasokan ikan berkurang dan terjadi kenaikan harga.
“Kebutuhan masyarakat terhadap ikan ini tetap malahan lebih permintaan cukup tinggi sedangkan arus pasok dari para nelayan berkurang maka harga naik,” ujarnya. (MP-2)


