Rentanubun Ikut Fit And Proper Test Balon Wagub Di PKS Maluku

  • Whatsapp

Tawarkan Prioritas Konektivitas Antar Daerah 

Ambon, Malukupost.com - Setelah mengikuti fit and proper test di Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Provinsi Maluku, Bakal Calon (Balon) Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Periode 2018-2023, Anderias Rentanubun, kembali mengikuti Fit And Proper Test di Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Maluku, yang dilaksanakan di Ambon, Sabtu (12/8).  Rentanubun yang dikonfirmasi usai menjalani fit and proper test tersebut mengatakan, dalam pemaparannya kepada para panelis dirinya memprioritaskan konektivitas antar daerah di Maluku, karena hal itu merupakan permasalahan utama.

Ambon, Malukupost.com – Setelah mengikuti fit and proper test di Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Provinsi Maluku, Bakal Calon (Balon) Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Periode 2018-2023, Anderias Rentanubun, kembali mengikuti Fit And Proper Test di Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Maluku, yang dilaksanakan di Ambon, Sabtu (12/8).

Rentanubun yang dikonfirmasi usai menjalani fit and proper test tersebut mengatakan, dalam pemaparannya kepada para panelis dirinya memprioritaskan konektivitas antar daerah di Maluku, karena hal itu merupakan permasalahan utama.

“Sama ketika di Hanura dan PDI-P, fit and proper test di PKS juga mereka melihat komitmen seorang pemimpin daerah ke depan, dan tadi saya tawarkan permasalahan utama di Maluku adalah konektivitas,” ungkapnya.

Menurut Rentanubun, di Maluku perhubungan antar wilayah begitu sulit, sehingga masalah konektivitas harus diselesaikan agar tidak menimbulkan kesenjangan sosial di Maluku.

“Lima tahun ke depan masalah konektivitas harus diselesaikan, karena tanpa konektivitas, suatu daerah tentu akan terisolasi, dan keterisolasian tersebut merupakan sumber kesenjangan sosial di Maluku,” tandasnya.

Rentanubun menambahkan, suatu wilayah dikatakan terpencil itu karena tidak ada konektivitas, maka dikategorikan terpencil.

“Misalnya, jika hasil-hasil perkebunan dan pertanian nanti mau dijual kemana, jadi konektivitas itu diprioritaskan,” pungkasnya.

Terkait keberhasilan dirinya dalam mengelola sektor pariwisata bersama SKPD terkait di Kabupaten Maluku Tenggara, Rentanubun mengungkapkan, sektor pariwisata yang juga adalah salah satu leading sector merupakan bagian dari perencanaan 10 tahun, dan infrastruktur sudah tersedia yaitu bandara.

“Saat ini, ada tiga penerbangan penuh setiap hari, dan dipenuhi wisatawan. Kondisi ini sangat baik bagi pemerintah Maluku Tenggara dan Maluku ke depan. Oleh karena itu, dalam pengembangan wilayah di Maluku, masalah konektivitas harus diperhatikan,” ujarnya. (MP-15)

Pos terkait