BMKG Himbau Waspadai Gelombang Tinggi Di Wilayah Perbatasan Maluku

  • Whatsapp
Ambon, Malukupost.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pattimura Ambon mengimbau penyedia maupun pengguna jasa transportasi laut, termasuk masyarakat pesisir agar mewaspadai gelombang tinggi di wilayah perbatasan Maluku pada beberapa hari ke depan.  "Gelombang mencapai 2,5 meter berpeluang terjadi perairan kepulauan Babar, kepulauan Tanimbar maupun Kepulauan Aru serta dan laut Arafura," kata Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon, George Mahubessy, dikonfirmasi, Minggu (8/10).

Ambon, Malukupost.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pattimura Ambon mengimbau penyedia maupun pengguna jasa transportasi laut, termasuk masyarakat pesisir agar mewaspadai gelombang tinggi di wilayah perbatasan Maluku pada beberapa hari ke depan.

“Gelombang mencapai 2,5 meter berpeluang terjadi perairan kepulauan Babar, kepulauan Tanimbar maupun Kepulauan Aru serta dan laut Arafura,” kata Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon, George Mahubessy, dikonfirmasi, Minggu (8/10).

Pertimbangannya, perairan Babar, kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan Tanimbar, kabupaten Maluku Tenggara Barat secara geografis berbatasan dengan Timor Leste maupun Australia.

Sedangkan laut Arafura, kabupaten Kepulauan Aru berbatasan dengan Australia.

“Khan sering nelayan di wilayah perbatasan Maluku hanyut saat berburu ikan hingga diamankan di Australia, makanya perlu diwaspadai sejak dini,” ujar George.

Dia juga mengingatkan, potensi hujan lebat disertai petir berpeluang terjadi di laut Maluku bagian Utara dan laut Seram.

Adanya awan gelap (Cumulonimbus) di lokasi tersebut dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang.

Karena itu, masyarakat pesisir di wilayah perbatasan hendaknya tidak memaksakan diri berlayar maupun mencari ikan hanya dengan mengandalkan armada tradisional karena rawan terjadi musibah laut.

“Masyarakat pesisir hendaknya mematuhi peringatan dini yang telah diteruskan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di sembilan Kabupaten dan dua Kota,” tandas George.

Dia juga mengharapkan para Bupati dan Wali Kota agar mengimbau perusahaan penyedia maupun pengguna jasa transportasi laut untuk memperhatikan perubahan cuaca secara ekstrim sehingga tidak memaksakan diri berlayar.

Para pengguna jasa transportasi juga hendaknya memaklumi bila terjadi penundaan dan keterlambatan jadwal keberangkatan pesawat atau kapal laut akibat faktor cuaca karena pertimbangan perlunya memprioritaskan keselamatan. (MP-2)

Pos terkait