BPNB Fokus Lestarikan Budaya Maluku Dan Malut

Ambon, Malukupost.com - Balai Pelestarian Nilai Budaya Maluku fokus melakukan pelestarian budaya di Provinsi Maluku dan Maluku Utara (Malut). "Sesuai dengan tugas dan tanggungjawab BPNB Maluku melaksanakan upaya pelestarian terhadap aspek-aspek tradisi, kepercayaan, kesenian, perfilman dan kesejarahan di wilayah kerja Maluku dan Maluku Utara," kata Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Maluku, Rusli Manorek di Ambon, Rabu (21/2). Ia mengatakan, dalam rangka meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap nilai budaya dan sejarah, BPNB Maluku tahun 2018 telah menyusun program kerja diantaranya 23 kegiatan internalisasi nilai budaya di wilayah kerja Maluku dan Maluku Utara.

Ambon, Malukupost.com – Balai Pelestarian Nilai Budaya Maluku fokus melakukan pelestarian budaya di Provinsi Maluku dan Maluku Utara (Malut).

“Sesuai dengan tugas dan tanggungjawab BPNB Maluku melaksanakan upaya pelestarian terhadap aspek-aspek tradisi, kepercayaan, kesenian, perfilman dan kesejarahan di wilayah kerja Maluku dan Maluku Utara,” kata Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Maluku, Rusli Manorek di Ambon, Rabu (21/2).

Ia mengatakan, dalam rangka meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap nilai budaya dan sejarah, BPNB Maluku tahun 2018 telah menyusun program kerja diantaranya 23 kegiatan internalisasi nilai budaya di wilayah kerja Maluku dan Maluku Utara.

“Kami melaksanakan pelestarian terhadap aspek-aspek tradisi, kepercayaan, kesenian, perfilman dan kesejarahan, dengan melakukan pengembangan terhadap aspek-aspek tersebut sekaligus penyebarluasan informasi dalam kurun waktu satu tahun,” katanya.

Menurut dia, beberapa kegiatan internalisasi nilai budaya pada tahun 2018 di antaranya merupakan program rutin seperti Jejak Tradisi Daerah yang dilaksanakan di Saparua dan Lawatan Sejarah Daerah Maluku di Namrole dan Maluku Utara di Pulau Bacan.

Dialog Budaya dan Kemah Budaya serta kegiatan Karnaval Budaya yang direncanakan untuk mendukung kegiatan Pemerintah Daerah Provinsi Maluku.

Selain kegiatan rutin, ada beberapa program baru yang akan dilaksanakan di tahun anggaran 2018 ini yaitu kegiatan belajar bersama pelestari tradisi dan kegiatan belajar bersama maestro musik tradisional (BBM) yang telah berjalan sejak tahun 2017.

“Kegiatan BBM musik tradisional melibatkan para pelajar terpilih dengan bakat dan minat di bidang musik di Maluku,” ujarnya.

Kegiatan rutin lain, kata Rusli, yang juga merupakan kegiatan utama BPNB Maluku yaitu festival kesenian dan pemutaran film-film sejarah dan budaya akan turut digelar di beberapa wilayah.

Festival kesenian memberikan ruang kepada komunitas-komunitas budaya dan para pelaku budaya untuk mengekspresikan sekaligus mengekspos kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas.

Selain itu festival permainan tradisional anak di Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat dan Pameran Sejarah dan Budaya di kota Ambon serta Pameran Sejarah di Raja Ampat akan terealisasi dalam tahun anggaran 2018. (MP-2)

Pos terkait