![]() |
| Pendeta Jacky Manuputty dan penghargaan dari Yordania. (foro sekretariat kerajaan yordania) |
AMMAN, Malukupost.com – Apa arti sebuah penghargaan sekelas World Interfaith Harmony Week 2018 yang diterima Indonesia dari Raja Abdullah II di Yordania? Asisten Utusan Khusus Presiden Pendeta Jacky Manuputty mengatakan, penghargaan tersebut adalah sebuah oase.
Dari Amman, ibukota Yordania, Kamis (26/4), Jacky Manuputty mengatakan kepada Media Online Maluku Post, bahwa penghargaan tersebut sebagaimana juga penghargaan-penghargaan lain yang diterima oleh para pekerja perdamaian, semua itu bagaikan oase di tengah padang gurun.
“Setiap saat mereka berhenti dan meminum sedikit untuk kemudian melanjutkan perjalanan yang berat itu,” ujar Manuputty.
Dipaparkan, menerima prize atau award, tidak lantas menyelesaikan semua masalah dalam relasi-relasi antariman dan peradaban. Penhargaan tersebut, dikatakan, hanyalah pengingat bahwa para pekerja sosial dan perdamaian tak berjalan sendiri di jalan sunyi.
“Prize adalah bentuk apresiasi yang menyemangati para pekerja sosial dan perdamaian untuk tidak pernah berhenti dalam perjuangan mereka untuk membangun perdamaian, betapapun beratnya perjuangan itu,” tambah Manuputty.
Khusus bagi Indonesia, kata Manuputty, penghargaan ini mempertegas bahwa Indonesia masih dilihat sebagai wilayah tempat orang bisa belajar tentang hubungan-baik lintas agama dan etnis. Hal ini dia sebut, harus menyemangati para pekerja sosial dan perdamaian di Indonesia untuk terus bekerja keras bersama-sama.
“Harus terus bekerja bersama menawarkan harapan, bahkan ketika banyak orang menganggap bahwa harapan itu sudah pupus,” pungkas pendeta asal Gereja Protestan Maluku (GPM) tersebut. (Rudi Fofid)



