MPH Sinode GPM Sampaikan Pesan Gembala Sikapi Pilkada 2018

Ambon, Malukupost.com - Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) menyampaikan pesan gembala menyikapi Pilkada serentak kelompok ketiga pada 27 Juni 2018. Pesan gembala yang ditandatangani Ketua MPH Sinode GPM, Pdt.A.J.S. Werinussa dan Sekum, Pdt.E.T. Maspaitella di Ambon, Selasa (22/5), menyatakan gereja terpanggil untuk melayani bangsa dengan jalan menumbuhkan kesadaran dan kematangan sikap demokrasi warga, termasuk mendoakan penyelenggaraan pemerintah yang baik demi kemaslahatan seluruh warga negara Indonesia.

Ambon, Malukupost.com – Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) menyampaikan pesan gembala menyikapi Pilkada serentak kelompok ketiga pada 27 Juni 2018.

Pesan gembala yang ditandatangani Ketua MPH Sinode GPM, Pdt.A.J.S. Werinussa dan Sekum, Pdt.E.T. Maspaitella di Ambon, Selasa (22/5), menyatakan gereja terpanggil untuk melayani bangsa dengan jalan menumbuhkan kesadaran dan kematangan sikap demokrasi warga, termasuk mendoakan penyelenggaraan pemerintah yang baik demi kemaslahatan seluruh warga negara Indonesia.

Pemilihan kepala daerah di Maluku maupun Maluku Utara pada 2018, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota adalah salah satu momentum untuk membentuk pemerintah yang kuat, baik, bersih, jujur dan demokratis. Itulah sebabnya, GPM berkewajiban untuk memberi pesan gembala kepada semua pelayan dan jemaat.

Pertama yakni Pilkada adalah agenda demokrasi nasional berdasar Pancasila dan UUD 1945 merupakan wahana penyaluran aspirasi maupun hak politik warga negara Indonesia karena itu harus mendukung pemilihan kepala daerah yang jujur, adil, bersih, beradab dan demokratis dengan menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.

Bagi semua kemaat yang terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada 27 Juni 2018 diimbau mendatangi masing masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memberi suara terhadap calon kepala daerah yang diyakni baik sebagai pelayan seluruh masyarakat. Jadi pilihlah pemimpinmu berdasarkan hati nurani yang murni.

Kedua yaitu jauhi berbagai bentuk kampanye hitam, kabar bohong, fitnah dan rupa – rupa pengaruh, apalagi yang menggunakan unsur SARA untuk kepentingan politik sekelompok orang. Ujilah segara sesuatu dengan himat Roh Judus dan lawanlah politik uang karena gereja mendukung pemerintah yang bebas dari korupsi dalam segala bentuknya.

Ketiga yakni jaga keutuhan hidup bangsa dan pelihara kasih persaudaraan dalam masa kampanye, masa tenang, Pilkada dan paska Pilkada. Hiduplah saling mengasihi dan menghormati sebagai orang basudara (bersaudara).

Keempat, diimbau tetaplah berdoa karena pemimpin yang baik itu berasal dari Tuhan. Mereka akan menjadi pelayan untuk semua.

Kelima, mendukung pemerintah baru yang terbentuk sambil tetap menjalankan fungsi kritis kenabian sebagai gereja untuk menyuarakan kebaikan, kejujuran, keadilan dan keutuhan ciptaan Tuhan di bumi Maluku, Maluku Utara dan Indonesia tercinta. (MP-4)

Pos terkait