Operasi Ketupat Siwalima Amankan Dua Pemilik Narkotika

Ambon, Malukupost.com - Pengamanan Idul Fitri 1439 Hijriah dengan sandi Operasi Ketupat Siwalima 2018 berhasil meringkus tersangka SW alias Syahril (37), dan MT alias Megi (31) dua pelaku pemilik narkotika dan obat-obat terlarang. "Tersangka Syahril diamankan polisi beserta barang bukti berupa 11 paket sabu-sabu dan tiga paket besar ganja," kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Muhammad Roem Ohoirat di Ambon, Selasa (19/6).

Ambon, Malukupost.com – Pengamanan Idul Fitri 1439 Hijriah dengan sandi Operasi Ketupat Siwalima 2018 berhasil meringkus tersangka SW alias Syahril (37), dan MT alias Megi (31) dua pelaku pemilik narkotika dan obat-obat terlarang.

“Tersangka Syahril diamankan polisi beserta barang bukti berupa 11 paket sabu-sabu dan tiga paket besar ganja,” kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Muhammad Roem Ohoirat di Ambon, Selasa (19/6).

Sedangkan tersangka Megi ditahan polisi serta barang bukti berupa 11 paket ganja kering.

Wanita yang beralamat di Kecamatan Sorong, Kabupaten Papua Barat sesuai data yang tertera dalam kartu tanda penduduknya ini ditahan polisi ketika baru sehari masuk Kota Ambon dengan menumpang kapal Pelni.

Sedangkan Syahril beralamat di Desa Hitu Mesing, Kecamatan Leihitu (Pulau Ambon), Kabupaten Maluku Tengah.

Menurut Kabid Humas, selain meringkus pemilik narkotika golongan satu baik jenis tanaman atau pun bukan tanaman, polisi juga mengamankan seorang tersangka pelaku yang kedapatan membawa batu cinnabar seberat 40 kilo gram.

“Tersangka bernama Sarin Umagap (16) beralamat di Susun Kamal (Desa Waisarisa) Kabupaten Seram Bagian Barat diringkus polisi yang menempati pos pengamanan Jembatan Merah Putih (JMP),” ujarnya.

Operasi Ketupat yang berlangsung dari tanggal 7 – 24 Juni 2018 ini disiapkan 44 pos pengamanan, 42 pos pelayanan, serta tujuh unit pos terpadu dengan melibatkan 1.834 personil gabungan Polri, TNI, dan instansi terkait.

Kabid Humas juga menjelaskan satu pekan pelaksanaan operasi Ketupat Siwalima 2018 terdapat 12 kasus dibanding periode yang sama tahun 2017 sebanyak 13 kasus.

Termasuk insiden KM Gloria yang mengalami kerusakan mesin dan hanyut bersama 36 penumpangnya di perairan Kabupaten Maluku Tenggara pada Sabtu, (9/6).

Akibatnya Polres Malra bersama Tim SAR dan Detasemen C Pelopor Sat Brimob sempat melakukan pencarian selama dua jam namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Peristiwa kecelakaan laut lainnya adalah terbakarnya KM. Hikma Utama di perairan dekat Dusun Waitomu, Kecamatan Leihitu menyebabkan seorang anak buah kapal bernama Rami (42) menderita luka bakar pada Rabu, (13/6) sekitar pukul 14.30 WIT.

“Kalau dibanding operasi Ketupat Siwalima tahun 2017 lalu selama pekan pertama terjadi 18 kasus kecelakaan lalu lintas dan menyebabkan lima orang meninggal dunia, delapan luka berat, serta lainnya luka ringan, sedangkan tahun ini ada tujuh kasus dan enam luka berat namun tidak ada yang meninggal dunia,” kata Kabid Humas. (MP-2)

Pos terkait