Gubernur Maluku Membuka MTQ XXVIII Di Namlea

Namlea, Malukupost.com - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXVIII Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2019 resmi digelar dengan diawali dengan defile kontingen peserta dari 11 kabupaten/ kota yang ditandai dengan pemukulan bedug oleh Gubernur Maluku, Murad Ismail, dipusatkan di alun-alun Bupolo, Kota Namlea, Kabupaten Buru, Jumat (14/6). Pelaksanaan MTQ yang akan berlangsung dari tanggal 13 – 21 Juni 2019 tersebut diawali dengan defile kontingen peserta dari 11 kabupaten/kota yang dilanjutkan dengan pemukulan beduk oleh Gubernur Maluku Murad Ismail.

Namlea, Malukupost.com – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXVIII Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2019 resmi digelar dengan diawali dengan defile kontingen peserta dari 11 kabupaten/ kota yang ditandai dengan pemukulan bedug oleh Gubernur Maluku, Murad Ismail, dipusatkan di alun-alun Bupolo, Kota Namlea, Kabupaten Buru, Jumat (14/6).

Pelaksanaan MTQ yang akan berlangsung dari tanggal 13 – 21 Juni 2019  tersebut diawali dengan defile kontingen peserta dari 11 kabupaten/kota yang dilanjutkan dengan pemukulan beduk oleh Gubernur Maluku Murad Ismail.

Gubernur Maluku, Murad Ismail menyatakan, agama dengan kitab sucinya merupakan sumber pengetahuan dan nilai yang mengajarkan tentang mana yang benar dan mana yang salah. Mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang sejati dan mana yang palsu serta mana yang pantas dan mana yang tak pantas.

“Saya mengajak semua, melalui kegiatan MTQ agar dijadikan sebagai ajang untuk berefleksi, berdzikir, dan bertafakkur untuk pembangunan akhlak dan peradaban bangsa ini,” ujarnya saat membuka MTQ ke-XXVIII Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2019 di Namlea, Jumat (14/6).

Murad katakan, pelaksanaan kegiatan keagamaan seperti MTQ mempunyai posisi yang sangat vital dan strategis dalam rangka pembangunan mental spiritual atau akhlak bangsa.

“Jangan hanya terjebak pada seremonial kegiatan saja, tetapi sejatinya kita harus berlomba atau ber-musabaqah untuk punya kualitas yang terbaik,” imbuhnya.

Menurut Murad, ber-musabaqah atau berlomba bukan hanya dalam arena MTQ saja, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari untuk terbaik akhlaknya, terbaik SDM-nya, terbaik amal salehnya, terbaik kesehatannya, dan terbaik kesejahteraannya.

“Pelaksanaan MTQ sejatinya dapat meninggalkan jejak-jejak peradaban yang ditandai dengan terjadinya perubahan pola pikir, kebiasaan atau pola hidup, dan karakter, yaitu dari pemikiran yang sempit kepada pemikiran yang terbuka dan maju, dari pola hidup kekerasan kepada kehidupan yang lebih rukun dan damai,” bebernya.

Dijelaskan Murad, dari pola hidup yang malas, masa bodoh, tidak teratur, dan suka merusak kepada kehidupan yang lebih disiplin, lebih peduli, teratur (Kalesang), dan pro-kehidupan. Dari kehidupan yang otoriter dan individualis kepada kehidupan yang lebih demokratis dan bersahabat, dari keterbelakangan dan kemiskinan kepada kehidupan yang maju dan sejahtera, dan dari kebodohan menjadi masyarakat yang cerdas dan berdaya saing tinggi.

“Dengan kemuliaan dan kemukjizatan Al Qur’an yang dibacakan dengan alunan suara yang indah, ditulis dengan karya seni yang tinggi, ditafsirkan dengan nalar yang tinggi, kebeningan jiwa dan kelapangan hati, pada MTQ ini, akan dapat melahirkan generasi Qur’ani, yaitu generasi yang punya kecerdasan intelektual, kecerdasan sosial, dan kecerdasan spiritual, sebagai modal sosial untuk membangun daerah sesuai visi pembangunan Maluku,” katanya.

“Untuk itu, marilah pemda di kabupaten/kota serta Kanwil Kemenag dan jajaranya sebagai ujung tombak kita beri porsi anggaran pembinaan yang pantas. Tingkatkan kualitas pembinaan yang lebih profesional dan bermutu,” katanya lagi.

Murad menambahkan, Dewan Hakim diingatkan mengingatkan untuk bekerja dengan profesional dan obyektif dalam melaksanakan tugas.

“Terhadap para ketua dan anggota dewan hakim, di pundak kalianlah kita bisa mendapatkan bibit-bibit terbaik untuk menjadi duta daerah ini. Untuk itu, jadilah dewan hakim yang profesional, adil, jujur, dan bertanggung jawab,” tandasnya.

Untuk diketahui, jumlah peserta yang mengikuti MTQ sebanyak 885 orang dari 11 kabupaten/kota yang akan mengikuti sembilan mata lomba diantaranya yakni Tilawah Al Qur’an, Tafsir Al Qur’an, Hifz Al Qur’an, Fahm Al Qur’an, Karya Tulis Ilmiah Al Qur’an, Debat Ilmiah Kandungan Al Qur’an dalam bahasa Arab, Karya Ilmiah Al Qur’an dalam bahasa Inggris. (MP-15)

Pos terkait