DPRD Malra Gelar Pengawasan Di Kecamatan Kei Kecil Barat

  • Whatsapp

Fautngilyanan Bertekad Memperjuangkan Masalah Pendidikan dan Kesehatan

Langgur, Malukupost.com - Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) melaksanakan pengawasan keempat terhadap pekerjaan-pekerjaan pembangunan fisik dan non fisik yang dibiayai dari APBD setempat tahun 2019.    Informasi yang berhasil dihimpun, pelaksanaan pengawasan tersebut terbagi dalam dua wilayah (Wilayah I dan II). Wilayah I meliputi Kecamatan Kei Kecil, Manyeuw, Kei Kecil Timur Selatan, Hoat Sorbay dan Kei Kecil Barat. Sedangkan Wilayah II meliputi Kecamatan Kei Besar, Kei Besar Selatan, Kei Besar Selatan Barat, Kei Besar Utara Timur dan Kei Besar Utara Barat.    Berdasarkan pantauan media ini, di Kecamatan Kei Kecil Barat, Rabu (18/12/2019), Tim dari anggota DPRD Malra yakni Benediktus Rejaan, S.Hut, M.Si dan Blandina Fautngilyanan, S.Pd melakukan pengawasan ke sejumlah sekolah dan Puskesmas.

Langgur, Malukupost.com – Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) melaksanakan pengawasan keempat terhadap pekerjaan-pekerjaan pembangunan fisik dan non fisik yang dibiayai dari APBD setempat tahun 2019.

Informasi yang berhasil dihimpun, pelaksanaan pengawasan tersebut terbagi dalam dua wilayah (Wilayah I dan II). Wilayah I meliputi Kecamatan Kei Kecil, Manyeuw, Kei Kecil Timur Selatan, Hoat Sorbay dan Kei Kecil Barat. Sedangkan Wilayah II meliputi Kecamatan Kei Besar, Kei Besar Selatan, Kei Besar Selatan Barat, Kei Besar Utara Timur dan Kei Besar Utara Barat.

Berdasarkan pantauan media ini, di Kecamatan Kei Kecil Barat, Rabu (18/12/2019), Tim dari anggota DPRD Malra yakni Benediktus Rejaan, S.Hut, M.Si dan Blandina Fautngilyanan, S.Pd melakukan pengawasan ke sejumlah sekolah dan Puskesmas.

Blandina Fautngilyanan menyatakan, DPRD melakukan pengawasan terhadap sejumlah proyek bantuan pemerintah kabupaten Malra dalam hal ini bantuan dana yang dikucurkan untuk pembangunan fisik maupun non fisik serta memastikan pelaksanaan pembangunannya berjalan dengan lancar dan baik.
Blandina Fautngilyanan

Blandina Fautngilyanan menyatakan, DPRD melakukan pengawasan terhadap sejumlah proyek bantuan pemerintah kabupaten Malra dalam hal ini bantuan dana yang dikucurkan untuk pembangunan fisik maupun non fisik serta memastikan pelaksanaan pembangunannya berjalan dengan lancar dan baik.

“Beberapa sekolah yang menerima DAK, saat dilakukan pengawasan disana ternyata semuanya berjalan dengan lancar namun ada beberapa hal yang menjadi catatan dalam pengawasan ini yakni untuk kondisi guru-guru di setiap sekolah yang kami kunjungi, masalah utamanya yakni tentang kurangnya tenaga pendidik,” ujarnya.

Fautngilyanan katakan, pihaknya juga menemukan pula ada sekolah yang sudah libur terlebih dahulu, sedangkan pada kalender pendidikan belum waktunya libur yakni di SD Kristen Ohoira dan SD Kristen Madwaer.

“Pada SD Kristen Ohoira, karena ada perayaan Natal sekolah maka sekolah diliburkan, hal ini yang mengakibatkan kami tidak dapat melakukan dialog dan tanya-jawab dengan pihak sekolah dalam hal ini kepala sekolah setempat terkait dengan sejauh mana perkembangan pendidikan di sekolah tersebut,” katanya.

“Sementara di SD Kristen Madwaer, saat Tim tiba tidak ada siswa maupun guru yang kelihatan. Sekolah terlihat sepi, padahal waktu (jam) pada saat itu seharusnya belum jam pulang sekolah,” katanya lagi.

Dijelaskan Fautngilyanan, sejumlah sekolah di kecamatan Kei Kecil Barat yang dikunjungi Tim Pengawasan dari DPRD Malra yakni SD Inpres Yatwav, SD Kristen Madwear, SDNK Somlain, SDNK Ohoiren dan SD Kristen Ohoira. Dan sebagai tindak lanjut untuk sekolah-sekolah itu terkait kekurangan tenaga gurunya yang harus dilengkapi.    “Itu akan kami tindak lanjuti, selain itu disiplin para guru dan kepala sekolah juga tentang jam sekolah, kalau belum satnya libur jangan sekolah diliburkan lebih dulu, Saya memang orang (basic) pendidikan, sudah tentu saya akan menyuarakan dan memperjuangkannya di parlemen dan berkoordinasi dengan kepala dinas pendidikan Malra terkait masalah dan temuan terkait masalah-masalah (keluhan) ini,” tegasnya.
Kunjungan ke beberapa sekolah

Dijelaskan Fautngilyanan, sejumlah sekolah di kecamatan Kei Kecil Barat yang dikunjungi Tim Pengawasan dari DPRD Malra yakni SD Inpres Yatwav, SD Kristen Madwear, SDNK Somlain, SDNK Ohoiren dan SD Kristen Ohoira. Dan sebagai tindak lanjut untuk sekolah-sekolah itu terkait kekurangan tenaga gurunya yang harus dilengkapi.

“Itu akan kami tindak lanjuti, selain itu disiplin para guru dan kepala sekolah juga tentang jam sekolah, kalau belum satnya libur jangan sekolah diliburkan lebih dulu, Saya memang orang (basic) pendidikan, sudah tentu saya akan menyuarakan dan memperjuangkannya di parlemen dan berkoordinasi dengan kepala dinas pendidikan Malra terkait masalah dan temuan terkait masalah-masalah (keluhan) ini,” tegasnya.

Fautngilayanan menambahkan, selain melakukan pengawasan di sekolah-sekolah, Tim DPRD Kabupaten Maluku Tenggara juga menyambangi Puskesmas Ohoira meskipun Kepala Puskesmas tidak berada di tempat, namun Tim dapat melakukan diskusi dan tanya-jawab dengan sejumlah staf di Puskesmas tersebut untuk mendengar keluhan serta menghimpun sejumlah informasi-informasi terkait kondisi fisik maupun non fisik pada Puskesmas Rawat Inap tersebut.

Fautngilayanan menambahkan, selain melakukan pengawasan di sekolah-sekolah, Tim DPRD Kabupaten Maluku Tenggara juga menyambangi Puskesmas Ohoira meskipun Kepala Puskesmas tidak berada di tempat, namun Tim dapat melakukan diskusi dan tanya-jawab dengan sejumlah staf di Puskesmas tersebut untuk mendengar keluhan serta menghimpun sejumlah informasi-informasi terkait kondisi fisik maupun non fisik pada Puskesmas Rawat Inap tersebut.
Kunjungan di Puskesmas Ohoira

“Untuk Puskesmas Ohoira, dalam pengawasan ini kami temukan beberap kekurangan yang harus dilengkapi, misalnya rumah dinas dokter. Kondisi (fisik) bangunan tersebut dan beberapa fasilitas kesehatan lainnya sangat kurang, ditambah belum efektifnya pelayanan disana,” bebernya.

Sekedar diketahui, Blandina Fautngilyanan, S.Pd, sebelum melenggang ke gedung parlemen DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, pernah menjadi bagian dari keluarga besar dunia pendidikan di kabupaten setempat.

Fautngilayan berkarir menjadi Guru, bahkan merupakan mantan Kepala Sekolah (SD) pada SDNK Bombay (Kei Besar). Dan dengan basic ilmu pendidikannya tersebut, politisi asal Partai Peindo ini bertekad akan menyuarakan dan memperjuangkan semua masalah, keluhan dan harapan dalam dunia pendidikan di Malra selama dirinya berada di gedung parlemen.

(MP-15)

Pos terkait