17 Pelaku Pemerkosaan DS Diciduk Satreskrim Polresta Ambon

  • Whatsapp
Pemerkosa Siswa SMA Salahutu
Dua dari 17 Pelaku Pemerkosa berinisial IKI 18 Tahun dan SL 20 Tahun

Kapolresta: 15 Tersangka Masih Dibawah Umur

Ambon, Malukupost.com – 17 pelaku pemerkosaan terhadap DS (17) siswa SMA di Kabupaten Maluku Tengah akhirnya diciduk Satreskrim Polresta Ambon.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau lease, Kombes Leo Surya Nugraha Simatupang mengatakan 17 pelaku pemerkosa tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka, 15 tersangka diantaranya masih dibawah umur.

“15 tersangka masih dibawah umur maka kami akan membawa mereka ke Lapas Anak di Waiheru. Dan untuk 2 tersangka yang sudah diekspomedia beridentitas IKI 18 Tahun dan SL 20 Tahun sudah diamankan di sini,” ungkapnya di Ambon, Jumat (31/1).

Dijelaskankan Simatupang, korban pertama diperkosa oleh pacarnya JP beserta delapan temannya pada bulan November 2019. Korban yang masih duduk di bangku SMA harus pasrah melayani napsu birahi secara bergantian lantaran akan dipermalukan karena sebalumnya korban diketahui pernah melakukan hubungan badan dengan temannya.

“DS sempat mengalami trauma karna di perkosa 17 laki-laki sekaligus, Setelah melakukan hubungan badan layaknya suami istri, korban juga di ancam akan dipermalukan kepada orang lain. Modus pengancaman ini bertujuan agar korban mau disetubuhu layaknya suami istri, kasus ini terbongkar Kamis 30 Januari 2020, setelah dua minggu dirinya tak masuk sekolah karena menahan malu,” bebernya.

Simatupang menambahkan, DS telah diperkosa sejak November 2019 sebanyak 3 kali dengan waktu dan TKP berbeda. Kemudian berlanjut 2 kali pada Desember dan terakhir pada awal Januari 2020 lalu.

“Para pelaku domisilinya sama dan sebagian juga di sekolah yang sama dengan korban, 17 tersangka itu berinisial ARP, FDS, FRS, FRO, HL, IF, IL, JW, JS, JSL, JP, JL, ML, RL, SAU, IKI, dan SL,” tandasnya.

Simatupang katakan, para pelaku dijerat Pasal 81 UU RI Nomor 17 tahun 2015 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 64 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 15 Tahun penjara.

“Kami tambahkan Pasal 64 KUHPidana karena ada pelaku yang juga ikut dari TKP pertama sampai TKP ke tujuh,” ungkapnya.

Pos terkait