Ini Kondisi Bayi Asal Kota Tual, Usai Ditetapkan Sebagai PDP

  • Whatsapp
Kepala Dinkes Malra
Kepala Dinas Kesehatan Malra, dr. Katrinje Notanubun, M.Kes.

Langgur, Malukupost.com – Bayi usia 8 bulan yang merupakan rujukan dari Puskesmas Un Kota Tual ke Rumah Sakit Umum Daerah Karel Sadsuitubun (RSUD KS) Langgur pada tanggal 27 Maret 2020, dan setelah diperiksa dokter ahli ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP), kondisinya kini mulai membaik.

“kondisi bayi PDP tersebut kini sudah membaik, kemarin sore itu suhunya diperiksa dan ternyata sudah turun panasnya,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Maluku Tenggara (Malra), dr. Katrinje Notanubun saat konfrensi pers di Posko Media Center Info Covid-19 di Langgur, Minggu (29/3/2020).

dr. Notanubun yang juga sebagai Sekretaris Satgas Covid-19 Malra menjelaskan, meskipun kondisi bayi tersebut sudah membaik, namun terhadapnya akan terus dilakukan pemeriksaan.

“bayi tersebut setiap 3 hari akan dilakukan pemeriksaan ulang secara rutin, baik itu laboratorium maupun radiologi,” tandasnya.

Sementara untuk kedua orang tua dari bayi tersebut kemarin juga sudah ditetapkaan sebagai ODP (Orang Dalam Pemantauan)  dengan status perawatan yakni Rawat Jalan.

Untuk diketahui, pasien yang dirawat di RSUD Langgur yakni 1 PDP (bayi 8 bulan) dan 2 ODP (orang tua bayi) merupakan warga Kota Tual.

“Saya minta kepada seluruh masyarakat di dua daerah ini agar jangan memandang enteng, karena pelaku-pelaku perjalanan ini sudah banyak berdatangan di Malra dan Kota Tual,” ungkapnya.

dr. Notanubun menegaskan, karatina mandiri ini harus benar-benar diperkuat, karena pencegahan yang kita lakukan ini adalah untuk membantu agar tidak sampai pada tahapan penanganan.

“karena kalau sudah sampai pada tahap penanganan, kita akan mengalami kesulitan, karena dokter spesialis paru yang kita miliki cuma 1 orang, dokter penyakit dalam 1 orang. Berarti harus melihat masyarakat di dua daerah ini,” bebernya.

Untuk itu, dirinya menghimbau kepada seluruh warga Malra dan Kota Tual, apabila ada saudara atau keluarga yang merupakan pelaku perjalanan dari 27 provinsi di Indonesia yang telah terjangkit Covid-19 ini agar Wajib untuk melaksanakan karantina mandiri.

“Caranya bagaimana, tinggal di kamar tersendiri, menjaga jarak, tidak boleh bersentuhan fisik secara langsung, peralatan makan/minum dan mandi harus dipisahkan, serta tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan (rumah). Ingat kasus bayi usia 8 bulan tersebut dinyatakan PDP setelah melakukan kontak fisik dengan ayahnya yang baru saja pulang dari Jakarta,” pungkasnya. (MP-15)

Pos terkait