Satu Warga Di Ambon Positif Corona

  • Whatsapp

Kasrul: 53 ODP, 1 PDP dan 1 Positif

Ambon, Malukupost.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku yang juga ketua satuan tugas pencegahan dan penanganan Virus Corona Provinsi Maluku, Kasrul Selang memastikan dari uji spesimen yang dilakukan di laboratorium Badab penelitian dan pengembangan kesehatan (Balitbankes), Kementerian Kesehatan RI, satu orang dinyatakan terjangkit virus corona (Covid-19).

“Jam empat tadi pagi kita diberitahu melalui telepone dari lab kesehatan hasilnya positif, bahwa 1 orang positif dan 1 negatif. Jadi dari 3 spesimen yang dikirim baru dua yang diberitahu, 1 positif dan 1 negatif, sedangkan 1 lagi masih uji di lab. Untuk 1 orang yang positif ini masih diruang isolasoli dan kondisi sangat baik. Kita berdoa supaya pasien sembuh,”ujarnya dalam keterangan pers yang berlangsung di Ambon, Minggu (22/03).

Kasrul katakan, menyikapi hasil tersebut, pihaknya langsung melakukan rapat untuk mencegah penularan virus dan telah diambil langkah-langlah yaitu melakukan pelacakan.

“Jadi untuk mencari tahu pasien tinggal dimana, menggunakan mobil apa, keluarganya dimana dan sebagai ini bagaimana dan seterusnya,” ungkapnya.

Kasrul menandaskan, pihaknya memperketat pintu masuk baik itu Bandar Udara International Pattimura maupun pelabuhan.

“Tadi ada banyak basudara kita yang turun dari pesawat ada yang marah-marah karena tidak mau diperiksa. Untuk itu, saya harapkan kepada masyarakat mari bersama-sama dengan satuan tugas, pemda Maluku maupun kabupaten/kota, TNI & Polri untuk sukarela diperiksa sepulang dari luar daerah baik itu daerah yang tidak terpapar maupun yang daerah yang terpapar Covid-19,”pintanya.

Diubgkapkan Kasrul, untuk data keseluruhan sampai saat ini satu orang di kota Ambon positif Corona, 1 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 6 Orang Dalam Pemantauan (ODP), Kabupaten SBB 3 ODP, Kota Tual 2 ODP, Buru 10 ODP, KKT 26 ODP, dan Aru 6 ODP. Sedangkan kabupaten lainnya masih nihil.

“Sehingga total 1 positif, 1 PDP, dan 53 OPD,” bebernya.

Ditanya mengenai 6 ODP di Kabupaten kepulauan Aru yang dibantah oleh sekretaris dinas setempat, Kasrul katakan itu dikarenakan kesalahan presepsi.

“ODP ini ditetapkan dalam waktu pengawasan 14 hari yaitu menjalani isolasi diri di rumah sepulang dari luar daerah Maluku itu yang dinyatakan ODP, dan tetap dalam pantuan puskesmas, seperti di Kepulauan Tanimbar dari kosong kini menjadi 25 ODP,” paparnya.

Kasrul berharap, masyarakat tetap tenang tidak perlu panik. Kepada tokoh agama, masyarakat, pimpinan perusahan, ia menghimbau agar semua aktifitas diam di rumah, dan tidak melakulan kegiatan di luar rumah, jika tidak urgen.

Pos terkait